logo


Polemik Lampu Motor Jokowi Tak Nyala, Istana: Dia Samakan dengan Presiden, Itu Tidak Bisa

Ngabalin menyebut dari sisi keamanan rombongan Presiden sudah mendapatkan pengawalan

11 Januari 2020 11:30 WIB

Ali Mochtar Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Peristiwa Presiden Joko Widodo tidak menyalakan lampu motor saat berkendara di Tangerang pada 2018 diungkit oleh Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (FH UKI) Jakarta, Eliadi Hulu. Peristiwa tersebut dijabarkan dalam permohonan gugatan uji materi UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, menyebut hal itu tidak tepat. Ngabalin kemudian menjelaskan alasan lampu motor harus menyala saat siang.

"Jangan lupa, alasan utama di dalam UU kenapa lampu dinyalakan di siang hari untuk memberikan isyarat langsung kepada pengguna jalan lain, sehingga di belakang bisa dilihat langsung di spion dan langsung tahu ada kendaraan di belakang, hindari adanya kecelakaan di jalan," kata Ngabalin seperti dilansir dari Detikcom, Sabtu (11/1).


Lampu Motor Jokowi Tidak Nyala Dipersoalkan, Ini Kata PPP

Menurutnya, dari sisi keamanan rombongan Presiden sudah mendapatkan pengawalan.

"Nah, kalau dia samakan itu dengan presiden, itu tidak bisa, karena apa? Kalau presiden jalan pengamanan VVIP, kemungkinan bisa tabrakan dengan belakang dan lain-lain, tidak. UU hadirkan untuk setiap orang agar tidak menimbulkan masalah," ujarnya.

Ngabalin memberikan apresiasi kepada dua mahasiswa yang telah menggunakan jalur konstitusional.

"Saya berpendapat, langkah judicial review terkait dengan posisi UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya. Menurut saya judicial review terkait dengan keberatan mereka terhadap posisi atau penggunaan lampu di siang hari dan berpendapat lampu di siang hari tidak dinyalakan tidak masalah," katanya.

"Artinya, yang ingin diajukan kenapa penting lampu dinyalakan di siang hari sementara di siang hari tidak nyala juga tidak apa-apa. Poin ini menurut saya menjadi penting bagi mereka karena itu kita apresiasi," kata Ngabalin.

Tuding Uni Eropa Munculkan Isu Sawit Tidak Ramah Lingkungan, Jokowi: Ini Hanya Perang Bisnis

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata