logo


Atasi Backlog Perumahan, Kementerian PUPR Siapkan Tiga Program Unggulan

Kementerian PUPR berkomitmen dalam menangani masalah defisit atau backlog perumahan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan kebutuhan dan pasokan, terlebih bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)

10 Januari 2020 21:41 WIB

Kementerian PUPR sodorkan program pembangunan perumahan skala besar yang terintegrasi Kotaku
Kementerian PUPR sodorkan program pembangunan perumahan skala besar yang terintegrasi Kotaku Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan tiga program unggulan yakni program pembangunan perumahan berbasis komunitas, pembangunan perumahan skala besar yang terintegrasi Kotaku, dan penyempurnaan skema perumahan untuk ASN/TNI/Polri dan generasi milenial.

Hal itu sejalan dengan komitmen Kementerian PUPR dalam mengatasi masalah defisit atau backlog perumahan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan kebutuhan dan pasokan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Selain itu, program unggulan tersebut sekaligus sebagai upaya mencapai target Program Satu Juta Rumah.

“Pemerintah berkomitmen untuk memberikan hunian yang layak bagi MBR. Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.


Tak Hanya Pulihkan Sistem Kelistrikan, PLN Serahkan Bantuan untuk Siswa Terdampak Banjir

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengatakan ketiga program unggulan tersebut nantinya akan terintegrasi dengan berbagai stakeholder perumahan sehingga capaian pembangunan perumahan bisa terlaksana dengan baik di lapangan.

“Ketiga program tersebut akan kami laksanakan dan integrasikan pada 2020 karena  kebutuhan rumah masyarakat yang terus meningkat setiap tahunnya,” ujar Khalawi melalui keterangan tertulis, Jumat (10/1).

Program pertama yakni Program Pembangunan Perumahan Berbasis Komunitas. Program ini diperuntukkan bagi komunitas profesi tertentu dan belum pernah mendapatkan program subsidi pembiayaan perumahan dari pemerintah.

Dalam pelaksanaannya, program ini akan terintegrasi dengan program Bantuan Stimulan perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah dan bantuan pembiayaan perumahan Kredit Pemilikan Rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).

Program kedua adalah pembangunan perumahan skala besar yang terintegrasi dengan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Program ini disebut akan melibatkan pihak pengembang besar.

Dalam hal ini, para pengembang diharapkan dapat terlibat aktif dengan melaksanakan pembangunan dengan Pola Hunian Berimbang meliputi rumah sederhana, rumah menengah, dan rumah mewah.

“Program yang ketiga adalah proses finalisasi skema penyediaan perumahan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) / TNI / Polri serta  skema perumahan untuk generasi millenial. Kami juga sedang melakukan pembahasan tentang pokok-pokok perubahan dalam Revisi Peraturan Menteri PUPR tentang Hunian Berimbang,” tuntas Khalawi

Pencapaian dari Program Satu Juta Rumah hingga akhir 2019 sebanyak 1.257.852 unit. Sementara itu, total capaian pembangunan rumah selama lima tahun mulai 2015 hingga 2019 berjumlah 4.800.170 unit rumah.

Dari angka capaian 2019 tersebut, tercatat pembangunan rumah untuk MBR jumlahnya sekitar 945.161 unit dan rumah untuk non MBR sekitar 312.691 unit rumah.

Sepanjang 2019, Kominfo Terima Aduan 430 Ribu Konten Negatif

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×