logo


Kunjungan Jokowi ke Kawasan Timur Tengah Diharapkan Bisa Selesaikan Kemelut

Hubungan antara Iran dengan Amerika Serikat tengah memanas

10 Januari 2020 11:56 WIB

Presiden Joko Widodo bersama jajaran terkait dalam rapat terbatas yang membahas soal Kartu Prakerja, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/1/2019)
Presiden Joko Widodo bersama jajaran terkait dalam rapat terbatas yang membahas soal Kartu Prakerja, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/1/2019) Setkab

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha berharap kunjungan Presiden RI ke Abudabi UEA tidak hanya sekedar kunjungan Kepala Negara Indonesia, melainkan juga sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB untuk menyelesaikan kemelut kawasan Timur Tengah yang sedang bergolak.

Diketahui hubungan antara Iran dengan Amerika Serikat tengah memanas pasca terbunuhnya Kepala Korps Quds Garda Revolusi Iran Mayjen Qosim Suleimani saat melakukan kunjungan kerja ke Irak.

“Jika diperlukan, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dapat melakukan dialog dengan semua Menlu se-Timur Tengah untuk mencari solusi damai di kawasan itu pada khususnya, dan perdamaian dunia pada umumnya,” ujar Syaifullah Tamliha di Jakarta, Kamis malam (9/1/2020).


Tidak Ada Sistem Wajib Militer, Menhan Prabowo: Tapi Kita Nanti Sistemnya Komponen Cadangan

Selain itu, kata Tamliha, kunjungan Presiden Jokowi ke Kawasan Timur Tengah juga bisa dimanfaatkan untuk minimal mencairkan hubungan diplomatik antara Arab Saudi, UEA, Kuwait, Bahrain dan Mesir yang telah memblokade Qatar dalam dua tahun terakhir.

Dia menilai kunjungan kenegaraan ke UEA sangat penting agar dunia tetap menganggap Indonesia sebagai negara yang konsisten melaksanakan konstitusi negara untuk turut menertibkan keamanan dunia dan perdamaian abadi.

“Hal itu sebagaimana bunyi Pembukaan UUD NRI 1945,” pungkasnya.

Serang Pangkalan Militer AS di Irak, Arab Saudi: Kami Mengecam dan Mengutuk Pelanggaran yang Dilakukan Iran

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata