logo


Kapal-kapal China Pergi, NasDem: Makanya Fadli Zon Tidak Perlu Nyinyir 

NasDem menilai pemerintah China menghargai Jokowi

10 Januari 2020 09:41 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago.
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kapal-kapal nelayan China dikabarkan sudah meninggalkan zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia setelah Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kabupaten Natuna.

Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago, menilai pemerintah China menghargai Jokowi. Irma menyebut kunjungan Jokowi ke Natuna tersebut bukti bahwa pemerintah tidak main-main menjaga keamanan negara.

"Artinya pemerintah China menghargai presiden republik Indonesia, kunjungan presiden ke Natuna adalah isyarat bahwa Indonesia tidak main-main dalam menjaga keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Irma, Kamis (9/1).


Kapal China Pergi, TNI: Kunjungan Bapak Presiden ke Natuna Merupakan Pesan

Ia lalu menyindir Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen DPR RI, Fadli Zon, yang sempat mengkritik kunjungan Jokowi ke Natuna.

"Makanya Fadli Zon tidak perlu nyinyir sindir sana sini, karena Jokowi tidak banyak bicara tapi membuktikan keberaniannya. Meski China negara besar dengan alutsista yang kuat, tapi jangan lupa Indonesia pernah mengusir penjajah hanya dengan bambu runcing," ujar Irma.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapuspen TNI, Mayjen Sisriadi memastikan bahwa tidak ada nelayan China yang melakukan illegal fishing di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia setelah Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kabupaten Natuna.

"Memang berdasarkan pengamatan dari TNI AU melalui pengintaian udara mereka artinya kapal-kapal China yang waktu itu melakukan illegal fishing mereka sudah keluar dari ZEE kita pascakunjungan Bapak Presiden ke Natuna," ujar Sisriadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/1).

Sisriadi menilai kunjungan Jokowi ke Natuna merupakan pesan dari pemerintah ke China.

"Saya kira kunjungan Bapak Presiden ke Natuna merupakan pesan dari pemerintah kita kepada Beijing," ujarnya.

Tidak Ada Sistem Wajib Militer, Menhan Prabowo: Tapi Kita Nanti Sistemnya Komponen Cadangan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×