logo


Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang Lebak, Polda Banten Kejar Pemilik Tambang Emas Ilegal

Polda Banten mulai melakukan penyelidikan terkait aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Gunung Halimun Salak, sebagai tanggapan dari pernyataan Presiden Jokowi

10 Januari 2020 04:30 WIB

aktual.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Polda Banten mulai melakukan penyelidikan terkait aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Gunung Halimun Salak. Hal tersebut sebagai tanggapan dari pernyataan Presiden Jokowi yang sebelumnya menyebut jika banjir bandang yang terjadi pada enam kecamatan di Kabupaten Lebak awal tahun 2020 lalu disebabkan karena aktifitas tambang emas ilegal di kawasan Gunung Halimun Salak.

"Tindak lanjutnya kita dari Polda, Ditkrimsus dan Polres Lebak telah menurunkan tim penyidik langsung ke TKP diperkirakan tempat kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI)," kata Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Rudi Hananto Kamis (9/1) dan dilansir dari Kompas.com, Jumat (10/1).

Ia juga mengungkapkan bahwa tim penyidik telah diturunkan ke sejumlah tempat yang disinyalir sebagai tempat penambangan emas ilegal yakni Blok Cikidang di Cikotok Kecamatan Cibeber, Blok Pilar di Kecamatan Lebakgedong dan Blok Cibuluheun di Kecamatan Lebak Gedong serta dua lokasi lain yang berada di Kecamatan Lebakgedong.


Anies Baswedan Terjun Kerja Bakti, DPRD Jakarta: Lebih Baik Pencitraan Dihentikan

Kombes Pol Rudi Hananto juga menegaskan bahwa kepolisian juga akan mengejar pada pemasok atau penyedia zat merkuri yang digunakan dalam aktifitas tambang emas ilegal tersebut.

Disinggung Soal Banjir, Anies Baswedan: Saya Fokus Pada Kenyataan Bukan Percakapan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia