logo


Pangkalan Militer Amerika Dibombardir Iran, Trump Siapkan Serangan 'Balasan'

Donal Trump nampaknya tak tinggal diam usai markas militer AS di Irak mendapat serangan dari Iran

9 Januari 2020 20:15 WIB

Trump selalu ingin menang
Trump selalu ingin menang Fortune

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pangkalan militer Amerika Serikat mendapat serangan balasan dari Iran, kemarin (09/01). Ini merupakan bentuk pembalasan Iran terhadap AS atas kematian Mayor Jenderal Qasem Soleimani.

Menanggapi serangan balasan itu, Presiden AS Donald Trump langsung angkat bicara. Menurutnya Iran bakal mundur setelah melakukan serangan kemarin.

"Pasukan Amerika kita yang hebat siap untuk apa pun. Iran tampaknya akan mundur, yang merupakan hal yang baik untuk semua pihak terkait dan hal yang sangat baik bagi dunia," kata Trump dalam pidato yang disiarkan televisi dari Gedung Putih sebagaimana diberitakan BBC, Kamis (09/01).


Sebut Iran akan Segera Mundur, Trump: Pasukan Amerika Kita yang Hebat Siap untuk Apa pun

Lebih lanjut, Trump juga mengatakan tidak ada warga AS yang menjadi korban serang Iran itu.

"Dan senang tidak ada orang Amerika yang terluka dalam serangan semalam oleh rezim Iran. Kami tidak kehilangan korban, semua prajurit kami selamat, dan hanya kerusakan minimal yang terjadi di pangkalan militer kami," jelas Trump.

Trump kemudian mengklaim bahwa militer AS adalah yang terbaik di dunia karena dilengkapi peralatan dan armada tercanggih.

"Militer Amerika telah sepenuhnya dibangun kembali di bawah pemerintahan saya, dengan biaya US$ 2,5 triliun. Angkatan Bersenjata AS lebih kuat dari sebelumnya. Rudal kami besar, kuat, akurat, mematikan, dan cepat. Saat ini banyak rudal hipersonik sedang dibangun," ucapnya.

"Namun, fakta bahwa kita memiliki peralatan dan militer yang hebat ini, tidak berarti kita harus menggunakannya. Kami tidak ingin menggunakannya. Kekuatan Amerika, baik militer maupun ekonomi, adalah pencegah terbaik," katanya.

Trump kemudian mengancam akan membalas perbuatan Iran dengan memberikan sanksi ekonomi yang lebih berat lagi.

"AS akan dengan segera memperberat sanksi ekonomi kepada rezim Iran," tegasnya lagi.

AS-Iran Terancam Perang, Trump Malah Kambing Hitamkan Obama

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma