logo


AS-Iran Terancam Perang, Trump Malah Kambing Hitamkan Obama

Mengapa Trump malah salahkan Obama?

9 Januari 2020 17:17 WIB

reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hubungan antara Amerika Serikat dengan Iran semakin memanas setelah kedua negara saling melempar ancaman.

Kemarin, (08/01), Iran membalas serangan AS dengan cara menghujani rudal pangkalan militer Amerika yang berada di Iraq.

Presiden AS, Donald Trump langsung menanggapi aksi serangan balasan itu. Trump kemdudian menyinggung kesepakatan nuklir yang bernama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) antara Iran dengan negara kekuatan dunia pada tahun 2015 lalu, saat itu AS masih dipimpin oleh Barack Obama.


Cegah Perang dengan Iran, DPR AS Bakal Gelar Voting

Isi dari perjanjian itu mengatur mengenai pembatasan program nuklir Iran dan mencabut sanksi-sanksi terhadap Iran.

"Permusuhan Iran meningkat secara substansial setelah kesepakatan nuklir Iran yang bodoh ditandatangani," kata Trump di Gedung Putih, (08/01).

"Dan mereka (Iran-red) diberi US$ 150 miliar, belum lagi US$ 1,8 miliar secara tunai," imbuhnya.

Dikutip dari laman Detik (09/01), ternyata Pernyataan Trump soal dana US$ 150 miliar ini tidak sesuai fakta. Tidak pernah ada pembayaran sebesar itu dari Departemen Keuangan AS maupun dari negara lainnya terhadap Iran.

Faktanya, ketika Iran menandatangani kesepakatan multinasional tahun 2015, negara itu kembali mendapatkan akses pada aset-asetnya yang dibekukannya di luar negeri. Dengan kata lain, Iran mendapatkan kembali uangnya setelah menandatangani JCPOA.

Sebut Iran akan Segera Mundur, Trump: Pasukan Amerika Kita yang Hebat Siap untuk Apa pun

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma