logo


Berhasil Cetak Laba 360 Miliar 2019, Perum Peruri Makin Optimis Hadapi 2020

Simak berita selengkapnya

8 Januari 2020 15:58 WIB

Direktur Pengembangan Usaha Peruri Fajar Rizki dalam acara Ngobrol Pagi Seputar BUMN di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (8/1/2020).
Direktur Pengembangan Usaha Peruri Fajar Rizki dalam acara Ngobrol Pagi Seputar BUMN di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (8/1/2020). Jitunews/Nurman

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dahulu Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) sebagai satu-satunya perusahaan yang diberi mandat mencetak uang Rupiah. Hal ini membuat perusahaan ini ketergantungan terhadap order pencetakan uang Rupiah dari BI masih berkontribusi sebesar 60 sampai 70%, sehingga perkembangannya mengikuti jumlah pesanan cetak uang Rupiah. Namun saat ini kondisinya sudah berbeda, Perum Peruri sudah menjadi perusahaan mengglobal.

Direktur Pengembangan Usaha Peruri Fajar Rizki mengungkapkan Peruri saat ini telah dipercaya mencetak sejumlah mata uang negara lain seperti Malaysia, Sri Lanka, Philipina, Nepal, Bangladesh, Thailand dan Peru.

"Kita pada Desember kemarin baru saja memenangkan tender pencetakan uang bagi negara Peru dan kita bisa mengalahkan pemain kelas dunia," ujar Fajar dalam acara Ngobrol Pagi Seputar BUMN di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (8/1).


Tinjau Korban Banjir, Menteri BUMN: Bantuan BUMN Bukti BUMN Hadir untuk Rakyat

Hal juga mempengaruhi kondisi perusahan yang menunjukkan tren positif. Saat ini pendapatan usaha Peruri tercatat sebesar Rp3,9 triliun atau meningkat 23% dibanding 2018 yang mencapai Rp3,1 triliun.

Tercatat laba usaha sebesar Rp595 miliar atau meningkat 30% dibanding 2018 yang mencapai Rp456 miliar; Laba bersih sebesar Rp360 miliar atau meningkat 25% dibandingkan 2018 yang mencapai Rp288 miliar.

Peruri Menang Tender Cetak Uang Peru Senilai 520 Miliar Rupiah

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Aurora Denata