logo


Dorong UKM Hijau, Menkop Optimis Bisa Bersaing di Pasar Luar Negeri

Simak berita selengkapnya

7 Januari 2020 21:29 WIB

Teten Masduki
Teten Masduki jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Koperasi dan UKM bersama PUPUK (Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil) sepakat mengembangkan UKM berbasis lingkungan atau yang biasa dikenal sebagai UKM hijau. Kemenkop dan UKM dalam kerjasama ini akan mengaplikasikan model-model atau kluster yang selama ini dilakukan oleh PUPUK sebagai pendamping.

"Ada empat poin yang kami kerjakan bersama-sama Kemenkop dan UKM, pertama  di sektor kehutanan, kita akan kembangkan kluster rotan. Di sektor kelautan dikembangkan kluster udang dan kepiting. Ketiga, pengembangan bio diversity atau keanekaragaman hayati, dan keempat kami diminta mengonsep semacam indigenous  product international festival, atau festival internasional produk asli Indonesia," ujar Early Rahmawati, Seketaris Jendral PUPUK, usai bertemu dengan Menkop dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Early menjelaskan, PUPUK sebagai organisasi non profit yang fokus pada pengembangan UKM berbasis lingkungan menilai perlunya dilakukan pengembangan ekonomi masyarakat berkelanjutan.


Kemenkop UKM dan KPPU Bekerja Sama Awasi Pelaku KUMKM

PUPUK sendiri memiliki visi usaha kecil yang kuat dalam struktur ekonomi Indonesia, serta kewirausahaan yang tumbuh berkembang berbasis kebudayaan nasional di berbagai sektor barang maupun jasa, sehingga melahirkan sebanyak-banyaknya wirausahawan tangguh yang siap menghadapi persaingan global.

PUPUK juga memiliki misi melaksanakan program-program penguatan usaha kecil dengan basis potensi yang dimiliki oleh usaha kecil dan kebutuhan usaha kecil dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya yang dimiliki Indonesia melalui berbagai pendekatan.

"Kami melihat sangat banyak produk asli indonesia yang ramah lingkungan dan  berkelanjutan. Nantinya kita akan kurasi dan akan kita bikin festival internasional," jelas Early.

Early menyatakan festival ini rencananya akan digelar dalam 1 atau 2 tahun ke depan, dengan melibatkan sejumlah negara yang juga memiliki concern akan UKM yang berbasis lingkungan.

"Kami akan dorong 'UKM hijau'  ini untuk naik kelas, caranya dengan menjaga kualitas produk, skala produksi komoditas yang ekonomis  dan ramah lingkungan," ujar Early.

Dalam kesempatan itu Menkop dan UKM Teten Masduki memberikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan PUPUK selama ini dalam pendampingan UKM.

"Apalagi produk-produk yang didampingi PUPUK selama ini, seperti UKM sektor kelautan dan perikanan, pertanian, kehutanan, menjadi produk unggulan Indonesia. Sudah sewajarnya, kita harus kembangkan produk asli dari negara kita, bukan manufaktur semisal mobil sepeda motor, itukan limpahan produk luar karena butuh tenaga kerja maka di produksi di Indonesia," kata Teten.

Dia mendorong UKM berbasis lingkungan ini untuk bisa melakukan ekspor. "Saya berencana membuat semacam kantor pemasaran bersama untuk UKM eksportir, kita akan buktikan UKM juga bisa merambah pasar luar negeri, dan itu sudah kita lakukan dan akan terus ditingkatkan," pungkasnya.

Kemenkop UKM Akan Dampingi UMKM Terdampak Banjir, Teten: yang Kecil kan Harus Diperlakukan Sama

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Trisna Susilowati