logo


Pakar UGM Sebut Naturalisasi Sungai Anies Baswedan Tidak Tepat

berikut penjelasannya

7 Januari 2020 07:34 WIB

media indonesia

YOGYAKARTA, JITUNEWS.COM - Kebijakan naturalisasi sungai yang digagas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk mengatasi banjir ibu kota mendapat tanggapan dari pakar hidrologi UGM, Rachmad Jayadi. Rachman menilai naturalisasi sungai justru membuat aliran sungai tersumbat.

Rachmat merinci naturalisasi justru akan membuat aliran sungai lebih pelan dan justru akan berpotensi mengalami banjir.

"Beliau (Anies Baswedan) lupa yang dilakukan di Singapura bukan di hilir. Kalau di hulu masih mungkin karena di hulu belum ada persoalan kiriman air terakumulasi. Kalau di hilir sama saja membumpeti (menyumbat) sungai," ujar Rachmat di UGM, Senin (6/1).


Soal Pengelolaan Sungai Antar Provinsi, Anies: Itu Dikelola Kementerian PUPR

"Kalau dinaturalisasi kan jadinya (aliran sungai) lebih pelan. Kalau kata orang Jawa bukannya tidak benar, tapi tidak pener atau tidak proper," sambung Rachmat.

Rachmat juga menjelaskan bahwa diperlukan lahan hijau di sepanjang aliran sungai yang artinya, pemprov harus merelokasi pemukiman yang berada disepanjang aliran sungai tersebut.

"Jika naturalisasi sungai diterapkan maka ada konsekuensi. Konsekuensinya yaitu membuat lahan terbuka hijau di sepanjang aliran sungai. Karena kalau di pinggirnya dibuat (lahan terbuka) hijau itu kecepatan airnya tidak bisa besar jadi konsekuensi harus lebar. Kalau lebar permasalahannya tambah," papar Rachmad.

Rachmad menilai langkah yang tepat untuk mengatasi banjir Jakarta adalah dengan memberi pelindung dinding buatan di sepanjang sungai.

"Supaya cepat apa? Tidak dikembalikan ke natural tetapi harus artifisial. Harus dipakaikan pelindung diberi dinding yang licin supaya air mengalir lebih cepat," tutup Rachmad.

Erick Thohir Enggan Komentar Soal Silang Pendapat Penyebab Banjir

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×