logo


KBRI Beri Perlindungan Hukum Bagi WNI Pelaku Perkosaan Pria di Inggris

berikut penjelasannya

7 Januari 2020 07:30 WIB

instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha, mengungkapkan bahwa KBRI London telah melakukan penanganan kasus perkosaan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh WNI yang bernama Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga terhadap 48 pria di Manchester, Inggris selama tiga tahun, dari 2017 hingga 2020.

Menurutnya, selama menjalani proses persidangan, KBRI London telah memberikan perlindungan kepada Reynhard.

"Perlindungan hukum yang dilakukan KBRI London dalam bentuk memastikan RS (Reynhard Sinaga) mendapat pengacara dan mendampingi selama rangkaian persidangan," kata Judha kepada wartawan, Senin (6/1).

"Perlindungan non-litigasi dilakukan dalam bentuk kunjungan kekonsuleran selama RS dipenjara, serta fasilitasi pertemuan dan komunikasi keluarga dengan RS dan pengacara," lanjut dia.


WNI Selalu Jadi Sandera Abu Sayyaf, Ini Kata Ma'ruf Amin

Judha menjelaskan bahwa perlindungan yang diberikan oleh KBRI tersebut adalah untuk memastikan bahwa Reynhard mendapatkan haknya secara adil. Judha juga menjelaskan bahwa Reynhard telah menjalani empat tahapan persidangan dimana ia terbukti bersalah atas 159 dakwaan dan divonis seumur hidup.

"Pada persidangan terakhir tanggal 6 Januari 2020, hakim memutuskan hukuman masa tahanan 30 tahun," ucap Judha.

"Dengan rincian tindak pemerkosaan sebanyak 136 kali, usaha untuk pemerkosaan sebanyak 8 kali, kekerasan seksual sebanyak 13 kali, dan kekerasan seksual dengan penetrasi sebanyak 2 kali," pungkasnya.

Perkosa Lebih dari 140 Pria, Alumni Universitas Indonesia Dipenjara Seumur Hidup oleh Pengadilan Inggris

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia