logo


Jelang Tahun Anggaran 2020 : Mengenal Kembali Resource-Based View Pengelolaan Dana Desa Ponggok

berikut penjelasannya

7 Januari 2020 07:15 WIB

sumber : kampoengilmu.com/umbul-ponggok-klaten/
sumber : kampoengilmu.com/umbul-ponggok-klaten/
dibaca 147 x

Desa Ponggok adalah sebuah desa di Kecamatan Polanharjo, Klaten yang dikenal dengan keberhasilannya dalam mengeloladana desa, sehingga menjadi desa wisata air yang makmur. Pendapatan desa yang awalnya berada di bawah 100 juta per tahun (sempat masuk dalam daftar desa miskin di Jawa Tengah) meningkat drastis, bahkan tahun 2017 mencapai angka di atas 10 miliyar per tahun.

Keunggulan desa tersebut tidak terlepas dari kerja keras danstrategi yang matang. Dalam dunia bisnis, dikenal adanya istilah Resource-Based View (RBV), merupakan suatu pendekatan strategi yang memotret tentang kemampuan organisasi mengelola sumber daya yang dimiliki untuk mencapai keunggulan kompetitif. Sumber daya tersebut terdiri dari tiga aspek, yaitu sumber daya fisik (physical resources), sumber daya manusia (People/human resources), dan sumber daya organisasi (organization resources).

Pembangunan Desa Ponggok merupakan contoh dari penerapan strategi yang mempertimbangkan Resource-Based View, berikut gambaran singkatnya.


Gejolak Masyarakat Multidimensional

1. Physical Resources

Secara geografis, Desa Ponggok merupakan desa yang memiliki keunggulan sumber daya air yang melimpah. Potensi inilah yang menjadi cikal bakal dibangunnya Desa Ponggok menjadi desa wisata air yang dikagumi keindahannya. Kepala Desa dan warga setempat mampu melihat potensi tersebut untuk dikembangkan menjadi sumber penghasilan desa, dan didukung dengan adanya dana desa yang disalurkan oleh Pemerintah Pusat. Dana desa sendiri merupakan dana yang bersumber dari APBN yang diperuntukkan bagi desa yang di transfer melalui APBD Kabupaten/ Kota untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat (PeraturanPemerintah Nomor 8 tahun 2016).

Pengembangan potensi yang sudah ada ini membuka lapangan pekerjaan dan sumber penghasilan bagi warga. Perekonomian menjadi bergerak dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung, begitu juga dengan budidaya perikanan di Desa Ponggok yang menjadi sumber penghasilan besar bagi desa.

2. Human Resources

Salah satu kunci keberhasilan Desa Ponggok dalam mengelola dana desa adalah keterlibatan seluruh warga desa dalam pembangunan, baik dari proses perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi pembangunan. Hal ini memberikan dampak positif dimana masyarakat menjadi aktif dan peduli dengan segala perubahan kondisi desanya.

Pengambilan keputusan dalam pembangunan melibatkan seluruh jajaran desa baik dari tingkat RT/RW hingga tingkat desa untuk merumuskan dan merencanakan pembangunan secara berjenjang. Bahkan pelaksanaan pembangunannya pun menggunakan sistem padat karya tunai dimana pekerjanya adalah warga Desa Ponggok sendiri, sehingga masyarakat juga memperoleh penghasilan dari proyek tersebut.

Selain itu, Desa Ponggok juga memiliki program “satu rumah satu sarjana”. Program pemanfaatan dana desa ini disambut positif, tidak hanya perbaikan dari sektor ekonomi yang disorot, tetapi juga perbaikan pendidikan warga di desa yang pernah masuk dalam daftar desa miskin di Jawa Tengah ini. Bukan tidak mungkin, sarjana-sarjana inilah yang nantinya akan menjadi penerus dalam membangun desa asalnya, sehingga tercapai pula pembangunan yang berkelanjutan.

3. Organization Resources

Sumber daya organisasi berkaitan dengan struktur organisasi, proses perencanaan, sistem informasi, dan sebagainya. Sebagaimana diketahui bahwa Desa Ponggok melibatkan seluruh jajaran masyarakat dalam proses perencanaan, sehingga terciptanya pola informasi yang jelas. Proses pembangunan diawali dengan musyawarah tingkat RT/RW, musyawarah tingkat desa, hingga terwujudnya Rencana Kerja Pembangunan yang jelas dan terarah. Struktur pembangunan juga mencakup fasilitator dan pengawas yang berasal dari warga sendiri dengan dibentuknya Tim Pengelola Kegiatan (TPK).

Selain itu, Desa Ponggok juga mengalokasikan dana desa dari pemerintah untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa(BUMDes). BUMDes inilah yang mengelola potensi alam desa Ponggok sebagai sumber penghasilan desa, seperti wisata air, budidaya perikanan, dan toko desa. Pembentukan organisasi yang jelas akan mendorong teraturnya proses pembangunan, karena masing-masing unit dapat mengetahui tugas dan perannya dengan optimal. Ibarat sebuah tim, Desa Ponggok adalah tim yang kohesif dan produktif.

Oleh karena itu, semoga apa yang menjadi strategi keberhasilan Desa Ponggok ini dapat menjadi contoh bagi desa lain, khususnya dalam hal pengelolaan dana desa, mengingat alokasi APBN untuk dana tersebut bukanlah angka yang kecil.

 

Ditulis oleh: Dwi Nugraheni Hapsari

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Ini Agenda Car Free Night Malam Tahun Baru 2020 di Jakarta

Halaman: 
Admin : Tino Aditia