logo


Kemenkop UKM dan KPPU Bekerja Sama Awasi Pelaku KUMKM

Pengawasan ini dilakukan untuk menjaga kemitraan yang setara antar pelaku usaha besar dan KUMKM

6 Januari 2020 15:52 WIB

dok.jitunews.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Koperasi dan UKM akan lebih mengefektifkan lagi kerja sama dengan KPPU khususnya pengawasan kemitraan antara pelaku usaha besar dan koperasi, usaha menengah, kecil dan mikro (KUMKM).

Pengawasan ini dilakukan untuk menjaga kemitraan yang setara antar pelaku usaha besar dan KUMKM.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan kemitraan dalam bentuk KUMKM memasok bahan baku, barang setengah jadi dan usaha besar sebagai produsen menjadi offtaker serta kemitraan dalam pembiayaan merupakan strategi untuk mendorong KUMKM masuk dalam value chain dan pasar global dan menjadi strategi untuk mendorong UMKM naik kelas.


Terima Kunjungan Ruangguru, Teten Masduki: Butuh Materi yang Bisa Mengubah Mindset Pelaku UMKM

"Namun harus dipastikan tidak terjadi penguasaan oleh yang besar, karena itu kemitraan dengan KPPU menjadi penting," ujarnya usai bertemu dengan Ketua KPPU Kurnia Toha di Jakarta, Senin (6/1/2020).

Pada kesempatan yang sama, Ketua KPPU Kurnia Toha mengungkapkan kerja sama antara Kemenkop dan UKM dan KPPU sudah terjalin sejak 2016. Dan KPPU akan lebih mengefektifkan lagi pengawasan khususnya dalam sektor kemitraan antara usaha besar dan KUMKM.

"Kerja sama ini sangat penting untuk sinergi melakukan perlindungan dan membesarkan KUMKM. Tujuannya bukan untuk menghukum tapi supaya sama-sama maju. Usaha besar tetap besar tapi yang UMKM juga harus naik kelas," kata Kurnia Toha.

Ia mengatakan proses yang dilakukan KPPU lebih pada pencegahan dan perbaikan. Apabila ada kemitraan yang belum berjalan baik akan didorong agar bisa berlangsung secara bagus.

Karena itu, KPPU akan melakukan kajian hubungan kemitraan antara pengusaha besar dan KUMKM.

“Jika ditemukan kemitraan yang tidak seimbang, tujuannya menguasai kami minta segera diubah. Kemitraan harus saling memajukan. Tapi, jika sudah diberi peringatan tiga kali belum berubah kita tegakkan hukumnya," kata Kurnia Toha.

Menteri Koperasi dan UKM Minta Petani Garut Berkoperasi dan Produksi Komoditas Unggulan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata