logo


Minta Polisi Transparan soal Kasus Novel, Kuasa Hukum: Memang Agak Janggal

Simak berita selengkapnya

6 Januari 2020 11:39 WIB

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (tengah) didampingi Mantan Ketua KPK Abraham Samad (kanan), Wakil Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Harun Al Rasyid (kiri) memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2).
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (tengah) didampingi Mantan Ketua KPK Abraham Samad (kanan), Wakil Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Harun Al Rasyid (kiri) memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, memenuhi panggilan polisi terkait kasus penyiraman air keras. Novel dipanggil sebagai saksi setelah dua pelaku penyerangan berhasil ditangkap.

Kuasa hukum Novel Baswedan, Saor Siagian, meminta polisi mengusut secara tuntas motif pelaku secara transparan.

"Hari ini klien kami Novel Baswedan dipanggil sebagai saksi, nah karena Novel saya kira dia seorang penegak hukum begitu ada panggilannya dia langsung melayani penyidik ini, kita berharap pemeriksaan ini betul-betul transparan, betul-betul objektif," kata Saor kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (6/1).


Pendemo Bayaran Kembali Beraksi Tuntut Penjarakan Novel Baswedan

Ia menyebut ada kejanggalan dari pernyataan pelaku yang mengaku memiliki dendam pribadi terhadap Novel.

"Kami berharap sesungguhnya karena memang agak janggal di satu sisi ada pernyataan-pernyataan bahwa ini dendam pribadi, nah kelihatannya temuan dari rekan-rekan penyidik kemudian juga tim pakar yang dibentuk oleh Kapolri dan KPK dan ada Kompolnas di sana, kelihatannya masih ada hal yang perlu didalami," kata Saor.

"Itu yang saya kiraa kita dorong kepada rekan-rekan penyidik agar kasus ini kemudian seperti janji daripada Pak Kapolri, dia minta agar pemeriksaan ini harus transparan, harus terbuka, dan mengusut tuntas," lanjutnya.

Saor mendorong pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus teror Novel ini.

"Kami bicara soal fakta. Tim ini kan tim yang dibentuk oleh gabungan pencari fakta oleh Kapolri ini mereka bekerja cukup lama, yang mereka periksa itu ribuan, laporannya dua ribu halaman. Oleh karena itu, kan inilah pertanyaannya, apa motif dia kemudian melakukan serangan kepada Saudara Novel Baswedan. Itulah kita dorong betul supaya rekan-rekan penyidik mengusut tuntas kasus ini," ujar Saor.

Pagi ini, Polisi Panggil Novel Baswedan Terkait Kasus Penyiraman Air Keras

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex