logo


Kapal Nelayan China Bertahan di Natuna, Kemlu: Peningkatan Patroli TNI

Simak berita selengkapnya

6 Januari 2020 10:26 WIB

Laut Natuna
Laut Natuna Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - TNI melakukan patroli dan juga mengusir kapal-kapal nelayan China yang masih bertahan di Laut Natuna. Menurut Kementerian Luar Negeri, apa yang dilakukan TNI sudah tepat.

"Apa yang dilakukan oleh pihak TNI sudah tepat dengan melakukan patroli dan mengingatkan mereka yang masuk ke ZEE Indonesia. Peningkatan patroli yang dilakukan adalah tindak lanjut dari rakor dimaksud," kata Plt Jubir Kemlu Teuku Faizyah, Minggu (5/1).

Faizasyah mengatakan bahwa pengelolaan hubungan antarnegra harus dilakukan secara terukur.


Natuna Mutlak Bagian NKRI, Mahfud MD: Indonesia Tidak Akan Melakukan Negosiasi

"Secara umum pengelolan hubungan antarnegara dilakukan secara terukur. Dalam mengelola hubungan tersebut, termasuk pada saat muncul satu permasalah, diambil berbagai pilihan kebijakan. Pada saat sekarang kebijakan yang tengah dilakukan adalah peningkatan patroli TNI," ujar Faizasyah.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I TNI Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengatakan bahwa kapal-kapal asing bersikukuh menangkap ikan secara legal yang berjarak 130 mil dari perairan Ranai, Natuna.

"Mereka didampingi dua kapal penjaga pantai dan satu kapal pengawas perikanan China," kata Yudo dalam konferensi pers.

"Kami juga gencar berkomunikasi secara aktif dengan kapal penjaga pantai China agar dengan sendirinya segera meninggalkan perairan tersebut," kata Yudo.

Indonesia Tak Akan Negosiasi dengan China Soal Natuna, Mahfud MD: Pokoknya Usir

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata