logo


Kunjungi Lokasi Banjir, Menko PMK Serahkan Bantuan

Pemerintah akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan korban dalam penanganan pasca bencana

5 Januari 2020 08:15 WIB

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy meninjau langsung ke lokasi pengungsian di Banjar Irigasi, Lebak, Banten, Sabtu (4/1/2020)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy meninjau langsung ke lokasi pengungsian di Banjar Irigasi, Lebak, Banten, Sabtu (4/1/2020) Kemenko PMK

LEBAK, JITUNEWS.COM - Kondisi sejumlah wilayah di Tanah Air yang terdampak bencana banjir awal tahun hingga kini masih memprihatinkan. Di Kabupaten Lebak, Banten, beberapa jembatan yang menghubungkan antar desa terputus serta ribuan warga terpaksa bertahan di pengungsian akibat kehilangan rumah yang rusak dan terbawa arus.

Data menunjukkan, ada 4.346 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di tujuh posko pengungsian yaitu Posko Pengungsian Gedung PGRI Kecamatan Sajira, Posko Pengungsian Nangela Desa Calungbungur Kecamatan Sajira, Posko Pengungsian Desa Tambak Kecamatan Cimarga, Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Cipanas, Posko Pengungsian Kecamatan Curugbitung, Posko Pengungsian Gedung Serba Guna Kecamatan Lebak Gedong, dan Posko Pengungsian Gedung Futsal Desa Banjar Irigasi Kecamatan Lebak Gedong.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengatakan bahwa berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan korban dalam penanganan pasca bencana, termasuk untuk banjir bandang yang melanda Kabupaten Lebak.


Adjeng Ratna Suminar Apresiasi Gerak Cepat Jokowi Atasi Banjir Jakarta

"Sesuai arahan Presiden, pertama harus diprioritaskan korban banjir termasuk bagaimana kebutuhan hidup sehari-hari harus dipenuhi, kemudian kesehatan, ketiga adalah masalah pemukiman sementara," ujar Muhadjir saat peninjauan langsung ke lokasi pengungsian di Banjar Irigasi, Lebak, Banten, Sabtu (4/1).

Menurut hasil laporan tim yang bertugas di posko-posko pengungsian, distribusi bantuan berupa kebutuhan pangan pokok sejauh ini sudah berjalan lancar. Pemerintah Kabupaten Lebak juga sudah menurunkan tim kesehatan terutama para dokter yang sedia berjaga di beberapa titik lokasi pengungsian.

Sedangkan untuk pemulihan trauma (trauma healing), Muhadjir meminta agar tidak hanya mengandalkan dari lembaga resmi pemerintah melainkan turut melibatkan masyarakat. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga didorong untuk turun langsung mendampingi para korban banjir di pengungsian.

"Untuk jembatan karena berkaitan dengan infrastruktur maka perlu penanganan lebih teliti dan direncanakan dengan baik melibatkan pihak-pihak yang kompeten seperti Kementerian PUPR serta pemerintah daerah setempat," imbuhnya.

Ia pun mengutarakan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo telah berinisiatif meminta bantuan Panglima TNI dari Zeni Bangunan untuk membangun jembatan-jembatan sementara. Sedikitnya ada tiga jembatan yang dibutuhkan untuk membuka akses masyarakat agar tidak lagi terisolir.

Kepala BNPB, Doni Monardo, yang juga turut hadir mendampingi bersama Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kemenko PMK Doddy Usodo HGS mengurai penyebab bencana banjir bandang di wilayah Sungai Ciberang, Kabupaten Lebak. Selain faktor hujan yang cukup lebat di wilayah hulu Gunung Halimun Salak juga karena sisa aktivitas penambangan yang ditinggalkan.

"Jadi tambang-tambang yang ditinggalkan itu ambrol dan longsor membawa material bebatuan dan juga lumpur. Inilah yang menyapu sepanjang daerah Sungai Ciberang hingga menyebabkan kerugian cukup masif yaitu sekitar 1.000 unit rumah yang statusnya rusak berat dan sebagian besar hanyut terbawa arus," tutur Doni.

Anies Baswedan Ajak Masyarakat Kerja Bakti Bersih-bersih Lingkungan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata