logo


Adjeng Ratna Suminar Apresiasi Gerak Cepat Jokowi Atasi Banjir Jakarta

IKA Lemhanas PPRA 41 menyalurkan bantuan kepada para korban banjir di Jakarta

4 Januari 2020 12:37 WIB

Ketua Ikatan Alumni Lemhanas PPRA ke-41, Adjeng Ratna Suminar
Ketua Ikatan Alumni Lemhanas PPRA ke-41, Adjeng Ratna Suminar Dok.

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Anggota DPR RI, Adjeng Ratna Suminar meminta semua pihak untuk saling berkoordinasi dalam mengatasi masalah banjir di Jabodetabek. Menurut Adjeng, tidak bisa mengatasi masalah banjir bila pemerintah pusat dan daerah jalan sendiri-sendiri.

"Jadi para pejabat pemerintah harus ada keseragaman. Jangan merasa paling benar sendiri-sendiri," ujar Adjeng kepada wartawan, Sabtu (4/12).

Adjeng yang juga Ketua Ikatan Alumni Lemhanas PPRA ke-41 mengatakan, pemerintah DKI Jakarta dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan harusnya seiring sejalan dengan pemerintah pusat dalam mengatasi masalah banjir. Bukannya malah bersilang pendapat dengan menteri bahkan Presiden Joko Widodo.


Formula E Batal Karena Banjir? Ini Kata Anies Baswedan

Adjeng menambahkan, Presiden Joko Widodo memiliki pengetahuan dan pengalaman yang banyak soal banjir DKI karena ia pernah menjabat sebagai gubernur DKI. Oleh sebabnya Adjeng meminta kepada Anies untuk tidak menentang kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dalam mengatasi banjir di DKI.

Bahkan Presiden Joko Widodo langsung meninjau Waduk Pluit untuk melihat kesiapan pompa penyedot dan memerintahkan segala pihak yang terkait untuk mengatasi masalah banjir ini. Presiden lantas mengadakan rapat terbatas dengan memanggil sejumlah menterinya untuk membahas masalah banjir tanpa menghadirkan Gubernur Anies dan Gubernur Ridwan Kamil.

"Presiden Jokowi begitu cepat bergerak. Presiden sudah sangat paham persoalan banjir ini," imbuh Adjeng.

Saat ini pemerintah pusat memiliki sejumlah program besar untuk mengatasi masalah banjir yang tiap tahun terjadi di DKI. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR tengah membangun waduk di Bogor serta melakukan normalisasi sungai, dan membuat sodetan Ciliwung. Namun sejumlah program seperti normalisasi sungai maupun sodetan belum tuntas karena sejumlah masalah.

Dalam kesempatan ini, Adjeng tak lupa memberikan bantuan kepada para korban banjir baik di DKI maupun di Bekasi.

"Semoga bantuan kami dari IKA Lemhanas PPRA 41 dapat meringankan beban saudara kita yang terdampak banjir," imbuh Adjeng.

Adjeng juga menyesalkan kebijakan DKI yang memangkas anggaran banjir sebesar Rp500 miliar, namun malah menganggarkan kebutuhan lainnya yang tidak diperlukan seperti pembelian lem aibon.

"Masa untuk beli lem anggaran begitu banyak. Harusnya berilah warga Jakarta itu tempat tinggal yang layak terutama Betawi asli dibantu. Kasihan semuanya jadi tersingkir yang hidup di DKI jangan hanya orang kaya saja," tegas Adjeng.

Berangkatkan 50 Relawan, Ganjar Pranowo: Jangan Ngerepotin Pemerintah DKI

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,Aurora Denata