logo


Polemik Perairan Natuna, Susi Pudjiastuti: Tangkap dan Tenggelamkan

berikut penjelasannya

3 Januari 2020 18:47 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Polemik perairan Natuna yang diklaim oleh China sebagai teritorialnya, bahkan kapal pencari ikan dan Coast Guard dari China masuk ke perairan Indonesia tersebut ditanggapi oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Pemilik maskapai SusiAir tersebut menilai seharusnya pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap kapal-kapal china tersebut. Hal itu ia sampaikan melalui akun twitter pribadinya pada Jumat (3/1).

Menurutnya, jika mengacu pada aturan yang sama saat dirinya masih memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), harusnya ada tindakan tegas pada kapal-kapal China yang menggarong ikan di EEZ.


Tolak Penindasan Terhadap Muslim Uighur, Hizbullah Gelar Aksi Solidaritas

"Tangkap dan tenggelamkan kapal yg melakukan IUUF. Tidak ada cara lain. Wilayah EEZ kita diakui UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea). Bila dari tahun 2015 sampai dengan pertengahan 2019 bisa membuat mereka tidak berani masuk ke wilayah ZEE kita. Kenapa hal yang sama tidak bisa kita lakukan sekarang," tulis Susi.

Ia juga menyebut jika klaim traditional fishing zone yang dilontarkan oleh China tidak memiliki dasar.

"Straight forward statement segera nyatakan, Traditional Fishing Zone itu tidak ada," kata Susi.

Susi juga menyebut KKP bisa saja untuk menangkap dan menenggelamkan kapal-kapal tersebut. Tindakan itu sudah sesuai dengan UU Perikanan no 45 tahun 2009.

"KKP bisa minta & perintahkan untuk tangkap dan tenggelamkan dengan UU Perikanan no 45 tahun 2009. Jangan beri opsi lain, Laut Natuna diklaim China, TNI tingkatkan kesiagaan," ujarnya.

China Klaim Laut Natuna, Menlu: Indonesia Tidak Pernah Akan Mengakui

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia