logo


MUI Sebut Banyak Kasus Korupsi yang Belum Tuntas Ditangani

berikut penjelasannya

31 Desember 2019 17:12 WIB

dok jitunews.com/nurman

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jelang pergantian tahun 2020, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan 15 poin rekomendasi sebagai refleksi akhir tahun 2019 untuk menyikapi kondisi bangsa dewasa ini. Hal ini dilakukan sebagai ikhtiar untuk mempersiapkan kehidupan bangsa yang lebih baik.

Terkait masalah hukum terutama kasus soal korupsi, MUI tegas menyuarakan penuntasan beberapa kasus yang dinilai masih mangkrak selama ini.

Hal ini diungkapkan Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat KH Abdullah Jaidi saat mengadakan konferensi pers terkait refleksi akhir tahun 2019 di Kantor MUI pusat.


Refleksi Akhir Tahun 2019, MUI Imbau Umat Islam Tidak Rayakan Tahun Baru Berlebihan

Abdullah mengatakan melalui forum ini MUI mendorong kepada aparat penegak hukum, baik Kepolisian, Kejaksaan, KPK, Pengadilan untuk bertindak tegas dan cepat dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi.

Dia mengungkapkan banyak kasus korupsi yang belum tuntas ditangani hingga menjadi perhatian masyarakat luas sampai akhir tahun 2019 sekarang ini belum juga selesai.

"Kasus BLBI, Century dan Jiwasraya. Untuk itu kepada para koruptor hendaknya dijatuhkan hukuman yang berat," ujar Abdullah (31/12).

Dia menegaskan hukuman berat ini adalah upaya untuk membuat jera para koruptor untuk kasus-kasus besar yang sangat merugikan keuangan negara. Hingga dia mendorong perlu dijatuhkan pidana penjara seumur hidup atau pidana mati.

"Korupsi ini nyata-nyata telah sangat merugikan bangsa dan negara dan menjadi halangan besar dalam ikhtiar memajukan negara dan menyejahterakan rakyat," tukasnya.

Refleksi Akhir Tahun 2019, MUI Dorong Terapkan Politik Etik Jelang Pilkada 2020

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Tino Aditia