logo


Refleksi Akhir Tahun 2019, MUI Dorong Terapkan Politik Etik Jelang Pilkada 2020

Simak berita selengkapnya

31 Desember 2019 17:00 WIB

Wasekjen MUI Nazamudin Ramli
Wasekjen MUI Nazamudin Ramli Dok. Jitunews/Nurman

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jelang pergantian tahun 2020, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan 15 poin rekomendasi sebagai refleksi akhir tahun 2019 untuk menyikapi kondisi bangsa dewasa ini. Hal ini dilakukan sebagai ikhtiar untuk mempersiapkan kehidupan bangsa yang lebih baik.

Ada dua poin untuk menyikapi musim politik yang diselenggarakan tahun 2020 mendatang yaitu Pemilihan Umum Daerah. Wasekjen MUI Nazamudin Ramli menyampaikan MUI mendorong para pemimpin negara, para pimpinan partai politik dan para tokoh bangsa untuk lebih banyak menerapkan politik yang berkeadaban yang bersendikan pada etik dan moral yang diorientasikan bagi terciptanya kebaikan dan kemaslahatan untuk terwujudnya Indonesia yang adil, makmur, sejahtera dan demokratis.

"Untuk itu MUI mengimbau dan mengharapkan semua pihak untuk mengevaluasi sistem politik dan praktek-praktek politik yang selama ini terjadi," ungkap Nazamudin di kantor MUI pusat Jakarta (31/12).


Tak Dikontrak Usai Magang 6 Bulan, Pegawai Transjakarta Demo Anies: Jangan Lepas Tangan, Ini kan BUMD

Dia juga mengungkapkan pada tahun depan akan diselenggarakan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) di berbagai daerah. Oleh sebab itu, MUI mengingatkan semua pihak yang berkontestasi dalam pilkada agar menerapkan sikap dan politik yang berkeadaban, menjunjung tinggi etika dan moral, taat kepada hukum dan peraturan yang berlaku serta menghindarkan diri dari kampanye hitam dan politik uang.

"MUI mengharapkan dari pilkada 2020 akan bisa terpilih para kepala daerah dan wakil kepala daerah yang amanah, jujur, bersih, dan berkomitmen untuk berjuang keras mensejahterakan masyarakat dan memajukan daerahnya," pungkasnya.

Refleksi Akhir Tahun 2019, MUI Imbau Umat Islam Tidak Rayakan Tahun Baru Berlebihan

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Iskandar