logo


Pasal untuk Penyerang Novel Baswedan Dikritik, Ini Kata Polri

Berikut pernyataan lengkapnya

31 Desember 2019 15:09 WIB

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pasal 170 KUHP yang disangkakan kepada dua penyerang Novel Baswedan mendapat kritikan. Menanggapi hal tersebut, Polri menyebut penyidik tidak bisa diintervensi.

"Penyidik tidak bisa diintervensi. Jadi biarlah penyidik bekerja, silakan penyidik membuktikan dari pada kasus tersebut," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (31/12).

Argo mengatakan bahwa saat ini penyidik masih mendalami keterangan dari dua orang tersangka itu.


Ada Kejanggalan Terhadap Penyerangannya, Novel Baswedan: Mana Mungkin Itu Inisiatif Sendiri

"Gunanya dilakukan penahanan apa itu 20 hari ke depan adalah untuk menggali mencari jawaban dari pada tersangka, jadi kita nanti bisa melihat maupun nanti kita bisa merangkai peristiwa yang terjadi, jadi kita tetap menggali semuanya kalau memang nanti ada perkembangan saksi yang lain perlu diperiksa akan kita periksa," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Novel Baswedan mengatakan tidak setuju apabila dua anggota polisi yang melakukan penyiraman air keras kepada dirinya hanya dijerat dengan pasal 170 KUHP.

Pasal 170 KUHP sendiri isinya menjelaskan bahwa suatu tindakan dapat dikategorikan sebagai pengeroyokan apabila dilakukan apabila seseorang diserang oleh lebih dari satu orang.

Namun, menurut Novel, dirinya disiram air keras oleh satu orang sedangkan satu pelaku lainnya mengendarai sepeda motor.

"Kasus saya, saya sendiri lagi jalan, ada dua orang naik motor, yang belakang ini yang menyiram air keras, bukan dua-duanya yang menyiram. Jadi kalau (pasal) 170 saya khawatir malah bebas," ujar Novel, Senin (30/12).

Soal Kasus Penyiraman Novel, Fadli Zon Tak Habis Pikir, "Justru Penegak Hukum Sendiri Oknumnya"

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata