logo


Catatan Akhir Tahun 2019, Muslim Jakarta Mengalami Polarisasi Sampai Fenomena Hijrah Anti Riba

Simak berita selengkapnya

30 Desember 2019 10:37 WIB

Jakarta Islamic Centre
Jakarta Islamic Centre Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sepanjang tahun 2019 muslim di Jakarta mengalami banyak pergulatan konflik sosial dan banyak fenomena yang dihadapi di Ibu Kota ini. Jakarta Islamic Center mengeluarkan hasil kajiannya terkait fenomena ini.

Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Centre H. Rakhmad Zailani Kiki memberikan empat catatan kondisi umat muslim sepanjang tahun.

Rakhmad memulai dengan menjelaskan fenomena yang terjadi di awal tahun ini sampai akhir pasca pemilihan presiden dan wakil presiden, umat Islam, khususnya di Ibu Kota, mengalami polarisasi dalam dua kubu kepentingan politik.


Ingin Pileg dan Pilpres Dipisah, Demokrat: Bersamaan itu Penuh dengan Permasalahan

"Ini adalah hal yang wajar dalam sebuah kompetisi politik yang seharusnya berlangsung dalam kegembiraan dan semangat persaudaraan," ujar Rakhmad.

Dia menyayangkan kondisi pasca pilpres yang harusnya kembali bersatu namun yang terjadi adalah kompetisi penuh kemarahan dan kebencian dengan polarisasi yang merusak ukhuwah Islamiyah dan kerusakannya terus terjadi pasca pilpres bahkan sampai saat ini.

Kondisi semacam ini harusnya segera diakhiri dengan oleh para pemuka Islam dengan segera melakukan pertemuan-pertemuan bersama secara intensif yang efeknya sampai ke akar rumput dalam semangat untuk merajut kembali ukhuwah Islamiyah dan memperkuatnya.

Hal yang juga disoroti adalah penggunaan terminologi radikalisme yang dipakai Pemerintah Pusat melakukan tindakan penanggulangan terhadap paham dan gerakan kelompok Islam tertentu yang dianggap merongrong keutuhan NKRI. Menurutnya hal ini justru jadi kontra produktif dan memperparah ukhuwah Islamiyah yang sudah terkoyak, rusak, yang merupakan ekses dari Pilpres tahun 2019.

Menurutnya sudah banyak pihak yang usul agar istilah radikalisme ini diganti dengan istilah lainnya, dicarikan istilah yang tidak mengundang polemik, seperti eskstremisme.

Menyikapi hal ini harusnya Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan aparat yang berwenang menggandeng ormas-ormas Islam dan juga mengedepankan dialog serta pendekatan-pendekatan persuasif lainnya.

Selanjutnya muslim di Jakarta juga mengalami semangat dalam pengamalan ajaran-ajaran Islam begitu tinggi dan menyentuh hampir di seluruh aspek kehidupan terutama aspek ekonomi. Islamic center mencatat gerakan hijrah dari praktek ekonomi ribawi menjadi tren muslim di Jakarta pada tahun 2019 ini. Sebaiknya pemerintah maupun ormas serta lembaga keuangan Islam, harus cepat merespon gerakan hijrah ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi umat Islam, khususnya di Jakarta.

Terakhir dia mengapresiasi pembatalan pemberian penghargaan Adi Karya Wisata 2019 untuk diskotek Colosseum Club 1001 Jakarta oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena merujuk rekomendasi dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) 10 Oktober 2019.

"Semua pihak patut mengapresiasi dan menjadi momentum ini bagi pihak-pihak terkait untuk lebih menggalakan kembali upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba di Ibu Kota," pungkasnya.

Wakil Presiden RI Minta Pemerintah China Lebih Terbuka Soal Dugaan Persekusi Muslim Uighur

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Aurora Denata