logo


Kata Nelayan Soal Ekspor Benih Lobster: Kita Budi Daya Pasti Akan Gulung Tikar

berikut penjelasannya

26 Desember 2019 09:47 WIB

Ilustrasi lobster.
Ilustrasi lobster. beritadaerah.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pagi ini berkunjung ke di kawasan Teluk Jukung, Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Edhy bertemu dengan nelayan pembudi daya lobster.

Pada pertemuan itu, setidaknya 413 nelayan pembudi daya lobster di Teluk Jukung menolak rencana Menteri Edhy dalam membuka kembali ekspor benih lobster. Mereka merasa dirugikan jika kebijakan tersebut diberlakukan.

"Kita sangat-sangat tidak setuju ada ekspor. Walaupun celahnya hanya 1% itu tidak bisa," kata salah satu nelayan pembudi daya lobster di Teluk Jukung, Abdullah, Kamis (26/12).


Komisi IV DPR RI Dukung KKP Tingkatkan Teknologi Budidaya Udang Milik Rakyat

Ia menegaskan kebijakan ekspor tersebut nantinya membuat pembudi daya lobster bisa merugi dan akhirnya gulung tikar. Sebab mereka tak bisa lagi membesarkan lobster dan menjual lobster siap konsumsi.

"Kalau lobster itu ke luar dari wilayah Indonesia, kita budi daya pasti akan gulung tikar," kata Abdullah.

Hal senada juga diungkap oleh Mahli, nelayan pembudidaya lobster. Ia mengungkapkan jika harga benih lobster meningkat sepuluh kali lipat lebih mahal dari biasanya yang seharga Rp 2.000 menjadi Rp 20.000 per ekor.

"Biasanya benihnya beli di Lombok Tengah dengan harga Rp 2.000/ekor. Sekarang Rp 20.000/ekor, setelah diekspor kan. Sudah 2 bulanan ini," imbuh Mahli.

Kenaikan harga tersebut jelas membuat modal untuk budidaya lobster menjadi bengkak.

"Modalnya lebih banyak dari pada hasil, sementara kita ada pakan dan segala macam," tutup Mahli.

Perizinan Kapal Nelayan Ngadat, Politisi Gerindra Salahkan Susi Pudjiastuti, "Saya Katakan Menteri yang Gagal"

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia