•  

logo


Soal Larangan Natal, Akbar Tandjung: Kan Negara Kita Majemuk

Simak berita selengkapnya

24 Desember 2019 21:49 WIB

Akbar Tandjung
Akbar Tandjung Vivanews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus senior Golkar, Akbar Tandjung, menanggapi larangan merayakan Natal Bersama di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Akbar meminta seluruh masyarakat untuk menghormati pemeluk agama lain.

"Tentu kita saling menghormati dan menghargai. Kan negara kita majemuk," kata Akbar Tandjung di kompleks parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (24/12).

Ia menyebut bahwa Indonesia memiliki falsafah Pancasila yang harus menghargai dan menghormati perbedaan. Akbar mengatakan bahwa tidak boleh ada hambatan dalam melaksanakan kegiatan keagamaan.


Yakin Jokowi Tak Gunakan Kekuasaan Menangkan Gibran, Akbar Tadjung: Tidak Serendah Itu Kualitas Beliau

"Menurut saya, sebagai bangsa yang menghormati nilai-nilai Pancasila dan menghormati keragaman dan kemajemukan, ya kita juga memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita yang beragama lain atau saudara-saudara kita yang beragama Kristen," jelas Akbar.

"Ya kita harus memberikan kesempatan mereka, jangan ada hambatan dalam melaksanakan kegiatan keagamaannya. Tentu mereka memberikan kesempatan kepada kita untuk menjalankan agama kita (Islam)," sambung Akbar.

Seperti diketahui, ada laporan mengenai pelarangan perayaan Natal di Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Sijunjung diterima oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

"Pelarangan seperti ini tidak dibenarkan dalam konstitusi Indonesia. Negara ini berdasarkan Pancasila dan konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, yang memberi jaminan kepada setiap orang untuk beribadah," kata Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo, Jumat (20/12).

Terima Ulos Saat Kunjungi Gereja HKBP, Anies Baswedan: Sebuah Kehormatan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata