logo


FPI Abai Soal SKT, Ngabalin: Dia Mau Hidup Baik, Kalau Tidak Juga Terserah

Simak berita selengkapnya

23 Desember 2019 13:22 WIB

Ali Ngabalin
Ali Ngabalin Tempo.co

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin memberikan tanggapan terkait sikap Front Pembela Islam (FPI) yang tak peduli soal masa berlaku SKT yang sudah habis.

Ngabalin mengingatkan tentang aturan yang dipakai di Indonesia mengenai organisasi kemasyarakatan.

"Ya, itu terserah dia. Dia mau hidup baik, ya, kalau tidak juga terserah, yang pasti negeri ini ada aturannya, bukan hukum rimba yang berlaku di sini. Ada sejumlah regulasi yang mengatur tentang ormas, perkumpulan, dan lain-lain," kata Ngabalin di Jakarta, dilansir dari Tempo, (22/12).


Polemik Boleh-Tidak Mengucapkan Selamat Natal, MUI Hormati Kedua Pendapat

Memperpanjang SKT, kata dia, merupakan salah satu syarat bagi perkumpulan atau ormas untuk memperoleh status legal. Jika FPI tidak mengurusnya, maka status FPI sebagai ormas pasti akan berubah.

"Nanti dilihat Kementerian Dalam Negeri, apakah dia akan menjadi perkumpulan, atau dia menjadi paguyuban, atau menjadi Alumni 212, atau kelompok pengajian, kan bisa saja menjadi itu," kata Ngabalin.

Sebelumnya, Ketua Umum FPI Ahmad Sobri mengatakan bahwa pihaknya enggan memperpanjang SKT lantaran hal tersebut dianggap tidak bermanfaat.

Terkait Dugaan Larangan Perayaan Natal di Dharmasraya, Begini Tanggapan Yenny Wahid

Halaman: 
Penulis : Iskandar