logo


Gandeng FAO, KKP Berhasil Kembangkan Pakan Ikan Patin Berkualitas

Simak berita selengkapnya

22 Desember 2019 14:39 WIB

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto Dok. KKP

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan FAO sepanjang 2019 dan telah berhasil memproduksi pakan mandiri dengan formula yang berkualitas, khususnya untuk ikan patin. Sebelumnya KKP dengan FAO melakukan proyek kerjasama "Supporting Local Feed Self-Sufficiency for Inland Aquaculture in Indonesia". Proyek tersebut merupakan kolaborasi yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pakan ikan khususnya ikan air tawar yang berkualitas tinggi dengan biaya murah oleh para produsen pakan skala kecil di Sumatrra Selatan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto saat membuka terminal worksho proyek KKP-FAO "Supporting Local Feed Self-Sufficiency for Inland Aquaculture in Indonesia" di Jakarta. Kamis (19/12), mengatakan sangat mengapresiasi keberhasilan proyek kerja sama ini. Menurutnya, FAO memiliki andil besar dalam mendukung pengembangan akuakultur di Indonesia.

Ia juga menilai berbagai support FAO, karena memandang Indonesia merupakan negara yang sangat diperhitungkan dalam kinerja akuakultur global, khususnya bagi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat dunia.


Berbasis Budidaya Kawasan, KKP Luncurkan Kawasan Pengembangan Tambak Ikan Kakap Putih

Slamet juga membeberkan, bahwa proyek kolaborasi dengan FAO melalui percontohan produksi pakan mandiri di Provinsi Sumatera Selatan berjalan dengan memuaskan. Hal ini ditandai dengan dihasilkannya paket formula pakan mandiri yang berkualitas dan biaya murah, khusus untuk ikan patin.

"Ini saya rasa hasil yang memuaskan, bahwa formula pakan FAO memberikan respon yang baik terhadap pertumbuhan dan efisiensi produksi. Saya yakin dengan menggunakan formula ini usaha budidaya ikan patin, khususnya di Sumatera Selatan akan semakin berkembang. Komoditas patin akan terus kita dorong, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri saja, namun kita akan dorong untuk ekspor. Terlebih pasar sudah mulai terbuka misalnya ke Timur Tengah, UE, Amerika dan negara Asia," jelas Slamet.

Ditambahkan Slamet, pakan mandiri saat ini memiliki kualitas yang tidak kalah jauh dengan pabrikan. Menurutnya inovasi formula sudah banyak berkembang misalnya dengan penggunaan silase, enzym dan bahan baku lokal seperti Palm Karnel Milk (PKM) dan upaya ini berhasil meningkatkan efisiensi pakan. Khusus untuk PKM ini, Indonesia sebagai produsen terbesar kedua setelah Malaysia dan 80% nya untuk ekspor.

Komisi IV Lakukan Kunjungan ke BPBAT Jambi, KKP: Balai Ini Punya Pabrik Pakan Mandiri

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×