logo


Gibran Maju Pilkada, Budiman Sudjatmiko: Menang Enggak Dianggap Hebat, Kalau Kalah Memalukan

berikut penjelasannya

22 Desember 2019 09:53 WIB

Anggota Komisi VIII Budiman Sudjatmiko.
Anggota Komisi VIII Budiman Sudjatmiko. Medcom

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Budiman Sudjatmiko menilai langkah putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming dan menantu Jokowi Bobby Nasution untuk maju dalam pilkada 2020 merupakan sebuah beban moral bagi keduanya.

"Beban berat dia, menang enggak dianggap hebat, kalau kalah memalukan," ujar Politisi PDI Perjuangan tersebut saat ditemui wartawan di Jakarta, Sabtu (21/12/2019) malam.

Budiman menilai jika Gibran harus bisa keluar dari bayang-bayang sang ayah dan jangan sampai muncul anggapan jika ia menang karena dibantu oleh presiden. Ia menambahkan jika pekerjaan terbesar bukan memenangkan pertarungan kepala daerah.


Maju Pilwakot Solo, Nasib Gibran di Tangan Megawati

"Saya enggak tahu, karena saya bukan anak seorang tokoh, tapi saya belum tentu sanggup seperti dia menanggung beban itu. Tapi kalau menurut saya, dia harus keluar dari bayang-bayang bapaknya (Presiden Jokowi) dan sanggup tidak mengalami beban kemenangannya sendiri," kata Budiman.

Bagi Budiman, memenangkan pilkada itu relatif lebih mudah bagi Gibran yang saat ini cukup populer di mata publik.

"Seorang seperti Gibran mudah memenangkan pertarungan itu. Dia boleh lah, dia cukup populer. Sebagai pendatang baru dia populer lah ya," ujar Budiman sebagaimana dilansir Antara, Minggu (22/12).

Soal Dewan Pengawas KPK, Politisi PKS: Bukan Personelnya yang Bermasalah, Tetapi Konsepnya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia