logo


Petani Gunung Kidul Kembangkan Srikaya

Pengembangan srikaya dilakukan di lahan pekarangan yang kritis. Lokasinya berada di Dusun Tengklik.

23 Maret 2015 09:25 WIB

Buah Srikaya.(Ist.)
Buah Srikaya.(Ist.)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Srikaya jenis Si Nyonya Tua berhasil dikembangkan oleh petani di Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Keberhasilan pengembangan buah tersebut sekaligus mampu meningkatkan pendapatan para petani.

Kepala Desa Tegalrejo Sugiman di Gunung Kidul, Minggu, mengatakan, pengembangan srikaya dilakukan di lahan pekarangan yang kritis. Lokasinya berada di Dusun Tengklik.  

"Masyarakat menanam srikaya di lahan pekarangan yang selama ini kurang dimanfaatkan untuk tanaman itu.
Paling luas, usaha pengembangan buah srikaya di Dusun Tengklik yang mencapai tujuh hektare. Rata-rata dalam satu hektare menghasilkan lima ton srikaya," katanya.

Menurutnya, srikaya jenis Si Nyonya Tua itu hanya sebagai tanaman pagar. Namun demikian oleh karang taruna setempat dikembangkan menjadi komoditas unggulan daerah tersebut. "Saat ini hampir semua warga di sekitar wilayah Tegalrejo menanam srikaya," katanya.


Petani Diminta Kerja 24 Jam, Demokrat: Edan!

Sugiman bilang, ke depan pihaknya berencana untuk meningkatkan luas penanaman srikaya. Apalagi bila perlu budidaya srikaya dilakukan di ladang.

"Kami ingin agar srikaya ini bisa enjadi tanaman unggulan apalagi srikaya jenis Si Nyonya Tua memiliki kelebihan dibandingkan srikaya jenis lainnya yakni ukuran dan tekstur daging lebih banyak. Satu buahnya ada yang mencapai enam ons, harganya Rp12.000 per kilogram," kata dia.

Bupati Gunung Kidul, Badingah mendukung upaya Pemerintah Desa Tegalrejo mengembangkan tanaman buah srikaya dan ke depan diharapkan daerah itu menjadi sentra buah srikaya.

"Ke depan diharapkan pengembangan srikaya ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Badingah.

 

Kesejahteraan Petani Menurun, Mentan Siap Melawan Usaha Alih Fungsi Lahan

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid
 
×
×