logo


Kader Hanura Sebut Masuknya OSO ke Hanura Bikin Konflik

Masuknya OSO ke partai bentukan Wiranto tersebut malah membikin konflik.

20 Desember 2019 13:07 WIB

Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang.
Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi Partai Hanura kubu Wiranto, Hari Ashar menyesalkan sikap Oesman Sapta Odang (OSO) yang dinilainya menghalalkan segala cara untuk tetap mempertahankan posisinya sebagai Ketua Umum Partai Hanura.

“Mempertahankan posisinya sebagai Ketum Hanura dengan melegalkan segala cara, merubah, dan menabrak AD/ART Partai melalui munas tidak sah Desember 2019,” ujar Hari di Jakarta, Jumat (20/12).

Menurut Hari, masuknya OSO ke partai bentukan Wiranto tersebut malah membikin konflik. Mulai dari perpecahan kepengurusan hingga mundurnya Wiranto sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Hanura.


Wiranto Mundur dari Hanura, OSO Malah Terkejut Karena Hal Ini

"Konflik Internal partai Hanura terkait soal kader yang banyak tidak mendapat rekomendasi untuk ikut Pilkada 2017 dan sepihak memecat Ketua-Ketua DPD Hanura Provinsi dan Ketua-Ketua DPC Hanura Kab./Kota," imbuh Hari.

Menurut Hari, konflik juga terjadi saat OSO merebut kursi ketua DPD RI pada tahun 2018. OSO seharusnya pada saat itu konsentrasi sebagai Ketum Partai Hanura.

“Akibat dari konflik itu Partai Hanura gagal total di Senayan dan kalah telak nyaris di seluruh daerah pada pemilu 2019,” pungkasnya.

Hari Ashar menyebut, sebelum OSO bergabung ke Partai Hanura, OSO pernah mendirikan Partai Persatuan Daerah pada tahun 2002 namun partai tersebut dibubarkan tahun 2011.

Kader Hanura: Pak Wiranto Justru Mengorbankan Dirinya untuk Kepentingan Partai

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex