logo


Awalnya Lulus Tes CPNS, 4 Peserta Ini Dianulir Gegara Masalah Ini

Simak berita selengkapnya

19 Desember 2019 17:55 WIB

Ilustrasi peserta ujian.
Ilustrasi peserta ujian. Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menjadi Pegawai Negeri Sipil masih jadi primadona buat banyak anak muda di Indonesia. Nahas untuk 4 peserta tes CPNS ini harus dianulir kelulusannya gegara masalah administrasi.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah mengumumkan hasil seleksinya. Ada yang bahagia karena lulus seleksi, tentu ada juga yang tidak lulus.

Melalui siaran tertulisnya Kementerian PANRB meralat hasil pengumuman seleksi administrasi CPNS di lingkungan Kementerian PANRB. Terdapat beberapa kekeliruan dalam penetapan kelulusan administrasi bagi empat pelamar CPNS di Kementerian PANRB. Kepala Biro SDM dan Umum Kementerian PANRB Sri Rejeki Nawangsasih menjelaskan untuk 4 peserta seleksi ini terdapat kekeliruan yang semula dinyatakan lulus namun setelah diperiksa syarat administrasinya ternyata dinyatakan 'TIDAK LULUS".


Wacana Kejagung Larang LGBT Ikut CPNS, Fraksi PPP Beri Dukungan Penuh

Sri menyebutkan beberapa nama yang dinyatakan tidak lulus tersebut. Yang pertama atas nama Habibul Furqan dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi. Sebab, pelamar formasi khusus Cumlaude tersebut berasal dari perguruan tinggi berakreditasi B, sedangkan untuk formasi tersebut harus dari perguruan tinggi dengan akreditasi A.

Nama kedua yang dinyatakan tidak lulus adalah Hapsar Jaya. Hapsar adalah pelamar formasi umum yang merupakan lulusan S-1 Muamalah, namun mendaftar pada jabatan yang mensyaratkan kualifikasi pendidikan S-1 Hukum. Pada pengumuman sebelumnya ia dinyatakan lulus, dan kemudian diralat menjadi tidak lulus seleksi administrasi.

Selanjutnya peserta atas nama Sanen A juga dinyatakan tidak lulus. Alasannya, Sanen adalah lulusan program studi S-1 Manajemen SDM, tetapi mendaftar pada jabatan yang memiliki kualifikasi pendidikan S-1 Administrasi Publik.

Terakhir yang dinyatakan tidak lulus atas nama Ari Tetuko Sanjaya. Ia diketahui berasal dari lulusan D-III Teknik Konversi Energi, namun mendaftar pada jabatan yang mensyaratkan kualifikasi D-III Teknik Mesin. Ari yang sebelumnya berstatus lulus seleksi administrasi, kini diralat menjadi tidak lulus seleksi administrasi.

Sri menegaskan bahwa keputusan yang dikeluarkan Kementerian PANRB adalah keputusan final dan tak bisa diganggu gugat.

“Keputusan Tim Pengadaan CPNS Kementerian PANRB bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat,” tegasnya.

Bimbel Tes Seleksi CPNS Menjamur, Kementerian PANRB: Hati-hati!

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Trisna Susilowati