logo


Komisi IV DPR RI Dukung KKP Tingkatkan Teknologi Budidaya Udang Milik Rakyat

Simak berita selengkapnya

19 Desember 2019 17:26 WIB

Penyerahan bantuan program prioritas KKP kepada pembudidaya di Maros, Kamis (19/12)
Penyerahan bantuan program prioritas KKP kepada pembudidaya di Maros, Kamis (19/12) Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Subsektor Perikanan Budidaya memiliki peran sentral dalam perekonomian nasional dan pemenuhan kebutuhan pangan. Komisi IV DPR RI siap untuk memberikan dukungan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk kemajuan perikanan budidaya.

Demikian disampaikan Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin pada acara kunjungan kerja (Kunker) Komisi IV di Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (18/12).

Turut mendampingi Kunker Komisi IV DPR RI tersebut antara lain, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KKP, Direktur Pakan dan Obat Ikan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP beserta jajaran pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Selatan.


Soal Ekspor Benih Lobster, Eksportir: Nggak Jelas Siapa Eksportirnya, Mafia

Sudin mengatakan, Komisi IV DPR RI akan berusaha mendorong sektor perikanan untuk lebih mengedepankan teknologi, khususnya dalam bidang perikanan budidaya.

“Dengan adanya alih teknologi kepada petambak tradisional, potensi akan termanfaatkan secara maksimal, dan sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat,” tutup Sudin.

Dalam acara ini, turut diserahkan bantuan program prioritas KKP kepada pembudidaya di Maros meliputi benih Ikan Kakap Putih, benih Udang Windu, benih Ikan Nila Salin, benih Ikan Bandeng dan pakan mandiri hasil produksi Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar. Selain itu, bantuan modal usaha juga diberikan kepada pelaku usaha perikanan di Sulawesi Selatan. Total nilai bantuan yang diberikan sebesar Rp969.960.000.

Senada dengan wacana dari Komisi IV DPR RI, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam keterangannya menyatakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan bahwa KKP saat ini terus fokus pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui penciptaan peluang berusaha di bidang perikanan budidaya sebagaimana yang diamanahkan oleh Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, aspek kesejahteraan dan kebercukupan pangan saat ini mulai bertumpu pada subsektor perikanan budidaya.

Slamet menambahkan “Peningkatan inovasi teknologi pada tambak rakyat sangat mungkin untuk dilakukan, tentunya dengan tetap mengedepankan kaidah Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Selain peningkatan kesejahteraan pembudidaya, proses upgrade teknologi tambak tradisional juga dapat turut mendongkrak produksi udang nasional.”

Seperti diketahui, KKP mencanangkan target peningkatan nilai ekspor udang sebanyak 250% hingga tahun 2024. Untuk memenuhi target tersebut, dibutuhkan peningkatan volume produksi udang untuk bahan baku ekspor dari 240 ribu ton pada 2018 menjadi sebesar 578 ribu ton pada 2024.

Menyambut tantangan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo, KKP melalui Ditjen Perikanan Budidaya telah menyusun Peta Jalan (Roadmap) Pengembangan Udang Nasional untuk memastikan target yang ditetapkan dapat terwujud.

“KKP akan terus membangun kawasan percontohan budidaya udang berkelanjutan dengan konsep klasterisasi seperti yang sudah diterapkan di beberapa daerah. Sistem ini memiliki manfaat mengefisiensikan input produksi sehingga akan meningkatkan daya saing harga di pasar. Selain itu keunggulan lainnya adalah dapat meminimalisir terjadinya penyakit serta memudahkan dalam manajemen, transfer teknologi dan peningkatan kelembagaan pembudidayaan yang terlibat,” lanjut Slamet.

Sebelumnya, kawasan percontohan budidaya udang berkelanjutan dengan konsep klasterisasi telah diterapkan di beberapa daerah seperti Desa Paloh Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, Desa Sarjo Kabupaten Pasang kayu Sulawesi Barat, Desa Sejoli Kabupaten Parigi Motutong Sulawesi Tengah dan selanjutnya akan dikembangkan di empat Kabupaten wilayah utara yakni Kabupaten Buol (Sulawesi Tengah), Gorontalo Utara (Gorontalo), Bone Bolango (Gorontalo), dan Bolang Mogondow (Sulawesi Utara) yang telah dituangkan dalam nota kesepahaman sebagai bentuk komitmen bersama.

Dalam acara kunjungan kerja ini, turut dilakukan panen parsial udang vanname di tambak udang masyarakat di dusun Bonto-bonto. H. Majid selaku pemilik lahan tambak seluas sekitar 1 ha yang telah merasakan manfaat peningkatan teknologi tambak udang miliknya. Sebelumnya, seluruh petak tambaknya menggunakan sistem tradisional dengan hasil panen maksimal  500 kg per ha/musim tanam, namun setelah melakukan budi daya udang dengan teknologi semi intensif, panen yang dilakukan dapat mencapai kurang lebih hingga 3 ton per ha/musim tanam.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada KKP yang telah memperkenalkan teknologi ini kepada kami. Melihat keberhasilan kami, banyak warga dusun yang tertarik untuk meningkatkan teknologi tambak tradisionalnya. Semoga hal ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dusun kami, khususnya untuk para pembudidaya,” tutup Majid.

Susi Pudjiastuti Percaya Presiden Jokowi Tak Akan Setujui Kebijakan Menteri Edhy

Halaman: 
Penulis : Iskandar