logo


Kader Hanura: Pak Wiranto Justru Mengorbankan Dirinya untuk Kepentingan Partai

“Mundur itu soal personal Pak Wiranto, bukan terkait dengan pihak OSO"

19 Desember 2019 11:31 WIB

Wiranto dalam konferensi pers \'Penyelamatan Partai Hanura\' di Hotel Atlet Century, Jakarta, Rabu (18/12)
Wiranto dalam konferensi pers 'Penyelamatan Partai Hanura' di Hotel Atlet Century, Jakarta, Rabu (18/12) Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi Partai Hanura, Hari Ashar menegaskan bahwa mundurnya Wiranto dari Ketua Dewan Pembina Partai Hanura tidak ada kaitannya dengan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) kubu Oesman Sapta Odang (OSO)

“Mundur itu soal personal Pak Wiranto, bukan terkait dengan pihak OSO dan munasnya yang secara organisasi tidak sah,” ujar Hari Ashar kepada Jitunews.com di Jakarta, Kamis (19/12).

Dia menilai mundurnya Wiranto sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Hanura adalah untuk menjaga partai yang didirikannya sejak tanggal 21 Desember 2006 agar tidak terpuruk dan hilang dari peta politik Indonesia.


Wiranto Mundur Sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Hanura

“Jangan sampai ada ruang orang-orang menyerang pribadi Pak Wiranto untuk menjadikannya sasaran yang justru Hanura makin kehilangan pendukung di masyarakat,” kata dia.

“Pak Wiranto justru sedang mengorbankan dirinya untuk kepentingan Partai Hanura. Cita-cita terkait Hanura sangat jelas, bahwa Hanura bisa menjadi salah satu Parpol yang berperan mengisi nilai-nilai demokrasi di Indonesia dan menjadi katalisator merekatkan nilai-nilai bhinneka tunggal ika,” tegasnya.

Disisi lain, Hari mengatakan mundurnya Wiranto karena ingin menfokuskan pada jabatan barunya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Menurutnya, mundurnya Wiranto dari posisi Wanbin Hanura tidak terkait dengan posisinya sebagai Ketua Wantimpres. Pasalnya, sesuai penjelasan pasal 12 UU no 19 tahun 2006 yang tidak boleh menjadi anggota Wantimpres itu adalah ketua umum parpol atau nama lain dari ketua umum sementara Wiranto adalah ketua dewan pembina bukan ketua umum partai politik.

Kendati demikian, Hari menilai bahwa Wiranto hanya mundur sebagai ketua dewan pembina di Partai Hanura kubu OSO dan tetap sebagai dewan pembina di Partai Hanura kubu Bambu Apus.

“Dan satu hal yang harus dipahami menurut pendapat pribadi saya sebagai kader adalah Pak Wiranto mundur dari Jabatan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura versi OSO/City Tower karena beliau sependapat dengan kami bahwa Munas OSO saat ini adalah Munas abal-abal san tidak sah sebagaimana ketentuan dalam AD ART Partai Hanura,” kata Haris.

“Dan jangan lupa konteks konferensi pers kemarin terkait Hanura dan Munas OSO cs masih ada Hanura Bambu Apus. Saya berpendapat Pak Wiranto tidak mundur sebagai Wanbin di Hanura Bambu Apus,” pungkasnya.

Dituding Jual Partai Rp 200 Miliar ke OSO, Wiranto: Demi Allah Saya Tidak Dapat Duit

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan