logo


Dorong Perdamaian Melalui Dialog Soal Konflik Myanmar, OKI: Kita Punya Tokoh-tokoh Agama

Simak berita selengkapnya

18 Desember 2019 19:53 WIB

Sekretaris Jenderal King Abdul Aziz International Centre for Interfaith and Intercultural Dialogue (KAICIID) Faisal bin Muaammar dan Direktur Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Bidang Dialogue & Outreach Dept Bashir Ansari
Sekretaris Jenderal King Abdul Aziz International Centre for Interfaith and Intercultural Dialogue (KAICIID) Faisal bin Muaammar dan Direktur Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Bidang Dialogue & Outreach Dept Bashir Ansari Dok. Jitunews/Nurman

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kekerasan yang terjadi terhadap Warga Muslim Rohingya di Myanmar menarik perhatian dunia Internasional. Termasuk tokoh-tokoh lintas agama terus menyoroti hal tersebut.

Dalam pertemuan antar tokoh agama, Sekretaris Jenderal King Abdul Aziz International Centre for Interfaith and Intercultural Dialogue (KAICIID) Faisal bin Muammar mengatakan solusi dari permasalahan ini bisa diselesaikan dengan dialog.

"Saya rasa ini soal bagaimana masyarakat di sana membangun hubungan satu dengan yang lain membangun jaringan untuk membangun dialog," ungkap Faisal di Jakarta pada The 2nd International Workshop on Fostering Inter and Intra Religious Dialogue to Prevent and Mitigate Conflicts in South and South-East Asia (18/12).


Soal Agenda Riset, Jokowi: Pemborosan Anggaran Harus Segera Kita Akhiri

Faisal mengungkapkan masyarakat di Myanmar harus menggunakan cara-cara dialog dan pada  penyelenggaraan acara ini adalah sebagai solusi perdamaian dengan cara berdialog.

"Kita punya tokoh-tokoh agama yang bisa memfasilitasi itu baik dari Muslim atau Budha di Seputar Asia Tenggara dan Asia Timur," imbuhnya.

Dia meyakini forum dialog yang mempertemukan tokoh-tokoh agama dengan pembuat kebijakan akan mendapatkan jalan yang terbaik untuk perdamaian di Myanmar dan seluruh dunia.

Dalam kesempatan ini dia juga mengajak untuk masyarakat yang selama ini diam sebaiknya menyuarakan perdamaian dengan cara kerja sama, hidup bersama menangkal ekstrimisme yang seperti virus.

"Kita harus menciptakan kehidupan yang lebih damai agar virus-virus ekstrimisme ini tidak berkembang," paparnya.

Pada kesempatan yang sama hal ini juga didukung oleh Direktur Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Bidang Dialogue & Outreach Dept Bashir Ansari. Dia mengungkapkan KAICIID dan OKI menyelenggarakan acara ini untuk mengasah kemampuan berdialog antar umat beragama. Dia mengatakan orang ASEAN sebenarnya mempunyai watak cinta perdamaian.

"Pada dasarnya penduduk ASEAN suka dengan perdamaian, jadi konflik yang terjadi bukanlah watak asli orang ASEAN," ungkapnya.

Soal dialog perdamaian, dia memuji langkah-langkah yang selama ini dilakukan Indoensia di kancah Internasional. Dimana selama ini dia mengungkapkan Indonesia sangat aktif menyuarakan perdamaian Dunia.

"Saya melihat pemerintah Indonesia adalah percontohan soal dialog perdamaian di mana Indonesia sebagai mayoritas Islam terus mengusahakan perdamaian di forum Internasional," tandasnya.

Diberitakan Media Asing 'Bungkam' Usai Disuap oleh China, Muhammadiyah Sebut Ada Upaya Sudutkan Ormas Islam

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Raka Kisdiyatma