logo


Indonesia Digugat Uni Eropa di WTO, Jokowi: Kita Hadapi, Ngapain Kita Takut

berikut penjelasannya

17 Desember 2019 19:30 WIB

Jokowi di rapat terbatas
Jokowi di rapat terbatas Mercinews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Uni Eropa baru-baru ini menggugat dan melaporkan Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) lantaran membatasi ekspor nikel. Presiden Jokowi tidak menanggapi gugatan tersebut. Mantan Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta tersebut menyebut jika pembatasan ekspor komoditas nikel tersebut adalah hak Indonesia.

"Barang-barang kita, nikel-nikel kita, mau kita ekspor mau ndak kan suka-suka kita, ya nggak?," kata Jokowi dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (16/12) kemarin.

Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak takut dan akan menghadapi gugatan Uni Eropa tersebut.


Peringatkan Soal Ekspor Benih Losbter, Jokowi: Jangan Aur-auran

"Kita ini kan hentikan ekspor nikel ore ke luar. Ini sudah digugat sama Uni Eropa. Gugat di WTO. Kalau defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan kita sudah beres siapapun gugat kita hadapi. Tapi ini sudah kita hadapi, ngapain kita takut," tegasnya.

Jokowi menjelaskan bahwa sebenarnya selain ekspor nikel, ia juga berencana untuk menghentikan beberapa komoditas pertambangan yang lain seperti bauksit dan batubara. Pembatasan dan penghentian ekspor tersebut tujuannya adalah untuk diolah oleh Indonesia sendiri sehingga memberi nilai tambah, tidak hanya sebagai barang mentah.

"Ini satu satu, nikel dulu. Nanti kita siap bauksit, bauksit setop. Ini nggak sekarang lah, kita atur. Ritmenya kita atur jangan sampai kita nanti digugat nikel, digugat bauksit, digugat batu bara, digugat semuanya. Satu-satu. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan," tambahnya.

Soal Ekspor Benih Lobster, Jokowi: Agar Lobster Itu Tidak Diselundupkan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia