logo


Soal Ekspor Benih Lobster, Jokowi: Agar Lobster Itu Tidak Diselundupkan

berikut penjelasannya

17 Desember 2019 16:23 WIB

batasnegeri.com

KUTAI KARTANEGARA, JITUNEWS.COM - Rencana Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo untuk mencabut larangan ekspor benih lobster belakangan menjadi sorotan banyak pihak. Presiden Jokowi tampak enggan mempermasalahkan kebijakan tersebut. Ia menilai Menteri Edhy telah memiliki perhitungan yang matang.

"Tanyakan ke menteri KKP Pak Eddy Prabowo. Yang paling penting menurut saya negara mendapat manfaat, nelayan mendapat manfaat lingkungan tidak rusak. Nilai tambah ada di dalam negeri dan ekspor dan tidak ekspor itu hitungannya dari situ," kata Jokowi di gerbang tol Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kaltim, Selasa (17/12).

Jokowi menekankan selain dampak ekonomi, kebijakan akan dikeluarkan Menteri Edhy itu juga harus mempertimbangkan masalah lingkungan hidup.


Pesan Tegas Jokowi ke Mafia Migas, "Saya Ingatkan Bolak Balik, Hati-hati Kamu..."

"Jangan kita hanya melihat lingkungan saja tetapi nilai ekonomi juga dilihat. Tapi jangan dilihat nilai ekonominya saja tapi lingkungan tetap harus dipelihara. Keseimbangan itu paling penting bukan hanya bilang jangan, enggak," ujar Jokowi.

Presiden juga menghimbau agar kebijakan yang nantinya dikeluarkan dapat membawa manfaat bagi ekonomi negara, nelayan dan lingkungan agar keseimbangan tetap terjaga. Selain itu, Jokowi menilai kebijakan tersebut juga menjadi salah satu cara mencegah penyelundupan.

"Keseimbangan itu yang harus di perlukan. Jangan juga aur-auran semuanya diekspor semua enggak bener. Saya kira pakar-pakarnya tahu lah mengenai bagaimana tetap menjaga lingkungan agar lobster itu tidak diselundupkan tidak diekspor secara aur-auran tapi juga nelayan dapat manfaat dari sana, nilai tambah ada di negara kita," tandasnya.

Gibran Maju Pilkada, Fahri: Akan Merusak Reputasi Bapaknya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia