logo


Kemenko PMK Akan Selenggarakan Acara Anugerah Revolusi Mental

Simak ulasan selengkapnya

17 Desember 2019 11:35 WIB

Menko PMK Muhadjir Effendy
Menko PMK Muhadjir Effendy Doc Jitu

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) akan menyelenggarakan acara Anugerah Revolusi Mental. Acara dijadwalkan berlangsung Sabtu (21/12) dan rencana akan dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan Anugerah Revolusi Mental adalah yang pertama kali dilakukan sejak menjadi program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak tahun 2014-2019.

Menurutnya Anugerah Revolusi Mental ini akan diberikan kepada insitusi pemerintah maupun non pemerintah yang memiliki perhatian kepada gerakan revolusi mental.


Tak Disangka! Ini 5 Perbedaan Mencolok Jokowi-Prabowo Saat Memulai Debut Pilpres!

“Anugerah Revolusi Mental ini untuk melakukan semacam peningkatan atau penyempurnaan dari gerakan revolusi mental. Tahun ini kita akan memberikan penghargaan kepada insitusi baik pemerintah maupun non pemerintah yang memiliki kiteria-kriteria tertentu dengan indikator-indikator tertentu yang kita anggap memiliki konsen dan perhatian yang sangat tinggi terhadap gerakan revolusi mental ini,” ujar Muhadjir Effendy di Kementerian PMK, Jakarta, Selasa (17/12).

Dalam hal ini, Muhadjir Effendy mengatakan bahwa proses penseleksiannya dilakukan cukup panjang dalam menjaring nominasi-nominasi yang akan mendapatkan penghargaan Anugerah Revolusi Mental.

“Tentu saja prosesnya cukup panjang dan sudah menginvetarisir ratusan yang kita anggap punya peluang dan kita saring,” jelasnya.

Muhadjir Effendy menambahkan tujuan dari acara Anugerah Revolusi Mental adalah dalam rangka menginjawantahkan program revolusi mental agar menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gerakan masyarakat.

Dia menegaskan bahwa gerakan revolusi mental ini harus menjadi gerakan sosial kemasyarakatan yang diinisiasi dan dilakukan oleh kekuatan-kekuatan yang ada di masyarakat sipil sehingga pemerintah lebih mudah dalam memposisikan diri sebagai pendorong untuk memberikan stimulasi agar gerakan ini terus bergulir pada semua lini kehidupan.

“Intinya apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, gerakan hijrah sebetulnya revolusi mental itu. Jadi gerakan untuk berpindah dari yang tidak baik ke keadaan yang baik atau dari yang sudah baik menjadi yang lebih baik,” kata Muhadjir Effendy.

“Jadi yang menjadi indikator adalah sampai seberapa jauh mereka yang dinominasikan dan diinventarisasi ini melakukan gerakan yaitu menimbulkan dampak perubahan yang signifikan bermakna dan juga masif, bukan gerakan yang bukan sifatnya individu tetapi betul-betul masif dari keadaan yang semula tadi itu tidak baik menjadi baik dari yang baik menjadi lebih baik. Ini sebetulnya upaya kita untuk menstimulasi merangsang masyarakat agar betul-betul bisa menjadi bagian yang terpisahkan dari gerakan revolusi mental,” pungkasnya.

Cantiknyaaaa... Yuk Lihat Puan Maharani Saat Menari!

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma