logo


Ramai Kepala Daerah Cuci Uang di Kasino, Ternyata Begini Modusnya

Simak berita selengkapnya

16 Desember 2019 11:07 WIB

Ilustrasi Kasino
Ilustrasi Kasino riaubook.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Ki Agus Badaruddin menyebutkan beberapa kepala daerah di Indonesia terlibat pencucian uang melalui kasino.

"PPATK menulusuri transaksi keuangan beberapa Kepala Daerah yang diduga menempatkan dana yang signifikan dalam bentuk valuta asing dengan nominal setara Rp 50 miliar ke rekening kasino di luar negeri," kata Ki Agus Badaruddin dalam acara Refleksi Akhir Tahun di kantornya, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Modus pencucian uang melalui kasino ternyata tidak hanya dilakukan oleh Kepala Daerah saja. Namun beberapa pejabat DPD juga ada yang melakukan modus tersebut.


Tanpa Perlawanan, Buronan Kasus Bank Century Ditangkap di Rumah Makan

Seperti dilansir Tempo, Senin (16/12) menyebutkan bahwa model pencucian uang tersebut dilakukan dengan cara berpura-pura main judi. Pelaku membawa uang hasil kejahatan ke sebuah kasino di luar negeri. Pelaku menukarkan uang tunai dengan uang koin kasino. Selanjutnya uang koin tersebut bisa ditukarkan kembali dengan uang tunai. Uang tunai tersebut diklaim menjadi uang hasil judi.

Pihak kasino akan memberikan semacam lembaran yang keterangannya adalah hasil judi. Lembar tersebut kemudia ditunjukkan ke Bea Cukai Indonesia, sehingga uang tersebut bisa masuk ke Indonesia.

Di Hadapan Para Kepala Daerah, Teten Masduki Ungkap 'Biang Kerok' Penghambat UMKM

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati