logo


Soal Hukuman Mati bagi Koruptor, DPR: Tidak Ada Efek Jera

Simak berita selengkapnya

16 Desember 2019 10:12 WIB

Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Andi Agtas.
Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Andi Agtas. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Supratman Andi Atgas menilai bahwa hukuman mati bagi koruptur tidak akan menimbulkan efek jera. Ia mencotohkan bebrapa negara yang menerapkan hukuman bagi korutor, namun tetap saja tinggi angka korupsinya.

"Tidak ada efek jera, kita lihatlah contohnya di KPK untuk hukuman maksimal enggak usah hukuman mati, KPK indeks presepsi kita turun," kata Supratman dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (15/12/2019).

"Dari pengalaman negara-negara termasuk kita, bahwa ternyata penjatuhan hukuman berat itu tidak ada korelasinya saat ini terhadap penurunan angka korupsi," tambahnya.


Klaim Popularitasnya Sudah 90 Persen, Gibran Siap Jadi Saksi Nikah Warga

Ia juga menilai ucapan Presiden yang akan menghukum mati koruptur jika masyarakat berkehendak tidaklah salah. Namun yang disayangkan ia justru memberikan grasi ke koruptor Annas Maamun. Ia khawatir akan menimbulkan tafsiran yang berbeda di masyarakat.

"Di satu sisi beliau memberikan grasi, dan satu sisi hukuman maksimal. Tapi kan secara konstitusional Presiden memiliki kewenangan itu. Tidak salah. Tetapi masyarakat jadi menimbulkan tafsir," pungkasnya.

Maju Pilkada Solo, Gibran Ungkap Pesan Jokowi: Jangan Ada....

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati