logo


Fahri Hamzah: Mahfud Perlu Merevisi Cara Melihat Konsepsi HAM

Simak berita selengkapnya

14 Desember 2019 20:35 WIB

Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menko Polhukam, Mahfud MD, menyebut tidak ada pelanggaran HAM  dari pemerintah ke masyarakat. Menurut Waketum Partai Gelora, Fahri Hamzah, Mahfud perlu merevisi pernyataannya tersebut.

"Pak Mahfud perlu merevisi cara melihat konsepsi HAM secara lebih universal. Sebab HAM dalam perspektif hari-hari bukanlah pelanggaran yang dilakukan oleh otoritas," kata Fahri kepada wartawan di Balai Sarbini, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12).

Menurut Fahri, saat ini pelanggaran HAM berkembang dari kultur masyarakat.


Mahfud: Partai Politik Ini Dituduh Perusak dalam Kehidupan Kita Bernegara

"(Pelanggaran HAM saat ini) yang berkembang dari kultur masyarakat, kultur melecehkan orang, menghina, merendahkan, melanggar hak privasi dan kontrol ruang publik untuk segelintir orang, itu semua pelanggaran HAM," ucap Fahri.

Menurutnya, pernyataan Mahfud soal pelanggaran HAM adalah cara pandang lama. Fahri menyebut saat ini zaman sudah beralih ke zaman demokrasi.

"Jadi definisi dianut Pak Mahfud itu definisi lama, ketika zaman otoriter, sekarang sudah zaman demokrasi, semua orang harus dewasa supaya tidak melanggar HAM," ujar Fahri.

Bicara Radikalisme, Mahfud: Orang Misal Pegang Noneka Garuda Dikira Menyembah Berhala

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×