logo


Bicara Radikalisme, Mahfud: Orang Misal Pegang Noneka Garuda Dikira Menyembah Berhala

Simak berita selengkapnya

14 Desember 2019 18:23 WIB

Mahfud MD
Mahfud MD Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menko Polhukam Mahfud MD mengajak PPP untuk melawan radikalisme di Indonesia.

"Pemerintah mengajak semua unsur di dalam PPP mulai sesepuh, ulama, kiai pimpinan partai, pengurus partai pusat hingga daerah, khususnya kaum muda partai, untuk bersama-sama melawan berkembangnya paham radikalisme," kata Mahfud saat sambutan pembukaan Mukernas PPP di Grand Sahid Hotel, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12).

Ia menyebut ada kelompok takfiri atau seorang muslim yang menuduh orang lain kafir. Mahfud kemudian mencontohkan seseorang yang memegang boneka garuda justru dianggap menyembah berhala.


Minta Tak Diributkan, Mahfud: Kalian Enggak Ngerti Arti Pelanggaran HAM

"Tidak bisa dibantah bahwa ada kelompok takfiri, yaitu kelompok yang selalu menyatakan orang lain kafir. Orang lain salah kalau tidak sama dengan dia. Kalau orang misal pegang boneka garuda dikira menyembah berhala," katanya.

Mahfud menyebut saat ini ada kelompok yang menilai negara ini salah dan ideologinya harus diganti dengan sistem yang lain.

"Ada ideologi yang mengatakan negara ini salah. Harus rombak negara ini ganti sistem lain. Itu sudah lama didiskusikan dan kita sudah melakukan...yang pada intinya kita menerima negara inklusif," tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak terjadi pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

"Polisi membunuh polisi itu kriminal, bukan pelanggaran HAM, dan ada hukumnya sendiri. Kalau pelanggaran HAM intinya dilakukan sistematis oleh negara, aparat, dengan tujuan tertentu. Dan itu yang sedang diselidiki ada 12 kasus, itu terjadi jauh sebelum 2014. Itu konteksnya ketika saya mengatakan tidak ada pelanggaran HAM," ujar Mahfud.

Mahfud: Partai Politik Ini Dituduh Perusak dalam Kehidupan Kita Bernegara

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata