logo


Mahfud: Partai Politik Ini Dituduh Perusak dalam Kehidupan Kita Bernegara

berikut penjelasannya

14 Desember 2019 17:50 WIB

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menko Polhukam Mahfud MD membuka acara musyawarah kerja nasional (Mukernas) PPP ke-V. Dalam sambutannya, Mahfud mengapresiasi PPP sebagai salah satu partai yang bertahan setelah era reformasi.

Mahfud menyebut saat ini partai politik dituduh sebagai perusak kehidupan bernegara karena maraknya korupsi tumbuh.

"Pada saat-saat ini partai politik di Indonesia sedang menjadi tertuduh tentang maraknya korupsi dan pelanggaran hukum karena DPR itu sumbernya partai politik, nah partai politik ini dituduh perusak dalam kehidupan kita bernegara terutama karena maraknya korupsi tumbuh karena banyak partai-partai yang tidak profesional tapi ikut-ikutan dalam membangun pemerintahan yang kurang bersih," kata Mahfud di Grand Sahid Hotel, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12).


Minta Tak Diributkan, Mahfud: Kalian Enggak Ngerti Arti Pelanggaran HAM

Mahfud mengatakan bahwa masyarakat menilai lebih baik tidak punya partai politik.

"Sehingga kalau kita melihat pendapat masyarakat awam misalnya yang ditampilkan dalam dialog interaksi ketika ditanya itu lebih baik mereka bilang lebih baik tidak punya DPR, tidak punya partai tapi kita yang terdidik tentu mengatakan jauh lebih baik ada partai meskipun kurang baik daripada tidak ada partai," jelas Mahfud.

"Maka mari dengan semangat sesuai dengan konstitusi kita, betapa pun pahit orang menuding maka mari kita bangun partai ini jangan beri kesempatan orang mengatakan bahwa partai itu harus ditinggalkan. Orang yang ingin maju, ingin membuktikan dirinya adalah orang berjuang sesuai konstitusi," kata dia.

Mahfud mengatakan bahwa pemerintah senang dengan tema Mukernas PPP 'Mempertegas Komitmen Keislaman dan Kebangsaan'.

"Kami dari pemerintah sangat senang tema Mukernas mempertegas keislaman dan keindonesiaan suatu persenyawaan tunggal, tidak boleh ada yang mengatakan Islam, itu tidak cocok dengan sistem kebangsaan dan tidak boleh ada yang mengatakan konsep kebangsaan tidak cocok dengan Islam," tutur Mahfud.

Dilantik Jadi Wantimpres, Wiranto: Jangan Terlalu Banyak Nanya

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata