logo


UN Diganti, Anggaran Bisa Dialokasikan ke Infrastruktur Pendidikan

Simak berita selengkapnya

14 Desember 2019 15:54 WIB

Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud, Ade Erlangga, mengatakan bahwa rencana digantinya Ujian Nasional (UN) bisa membuat penggunaan anggaran lebih efisien.

"Nanti kan kan gini Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kan nanti jauh lebih sederhana, itu juga biayanya yang tadinya 20 lembar, guru 3 juta orang kali 20 lembar itu berapa, jadi nanti bisa lebih efisien," ujar Ade dalam diskusi Polemik 'Merdeka Belajar, Merdeka UN', di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12).

Ade mengatakan bahwa UN selama ini menghabiskan biaya yang cukup besar. Menurut Ade, apabila UN diganti ke sistem lain maka anggaran besar tersebut bisa dialokasikan ke hal lain.


3 Cara Menjaga Kesehatan Telinga Tanpa Cottun Bud

"Lalu UN nantikan nggak ada lagi, UN atau diganti lebih ke arah asesmen itu yang selama ini berapa biaya ratusan miliar yang kemudian bisa kita alokasikan untuk apa misalnya untuk pengembangan infrastruktur bisa memperbaiki sekolah-sekolah," katanya.

Ade mengatakan bahwa anggaran tersebut bisa digunakan untuk mensejahterakan guru.

"Lalu kemudian untuk mengembangkan guru penggerak itu kan jadi nanti bisa meningkatkan kesejahteraan guru, bisa kita alihkan ke hal-hal yang lain yang memang itu menjadi antesa dan variabel," katanya.

"Jadi variabel kemajuan pendidikan kita ke depan harus dipersyaratkan oleh apa? oleh guru yang qualified, guru yang kompeten oleh karena itu hal-hal yang kemudian kita lakukan efisiensi itu bisa kita alokasikan kepada hal yang sangat urgent ke depan," sambungnya.

Daun Ginseng dan Cabai Rawit, Ampuh Atasi Migraine

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata