logo


Setuju UN Diganti, PGRI: Senang-senang Saja

Simak berita selengkapnya

14 Desember 2019 15:05 WIB

Ilustrasi UN / Ujian
Ilustrasi UN / Ujian quipper.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendukung kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang mengganti Ujian Nasional (UN) dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

"Kami dari guru sebagai yang akan melakukan ini jangan coba-coba kan perlu kajian yang betul. Kami dari PGRI setuju-setuju saja, senang-senang saja tapi emang tadi harus hati-hati," kata Ketua PB PGRI Masa Bakti XXI, Didi Suprijadi, di dalam Diskusi Polemik tentang 'Merdeka Belajar Merdeka UN', di Hotel Ibis Jakarta Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12).

Didi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan survei pada tahun 2012 dan banyak guru yang setuju agar UN diganti.


Sistem Zonasi Sekolah Bukan Solusi, Nadiem Makarim Wacanakan Rotasi Guru

"Kalau urusan setuju tidak setuju kami dari PGRI itu sudah mengadakan kecil-kecilan lah survei, ya riset, itu tahun 2012. Itu guru setelah ditanya dari seluruh Indonesia karena kami kan punya anggota seluruh Indonesia. 70 Persen lebih itu mengatakan minta diubah UN itu dari guru," ujarnya.

Menurutnya, UN sudah lama menjadi polemik. Ia meminta pemerintah untuk berhati-hati dalam melakukan kajian.

Nadiem Makarim: Dunia Tidak Membutuhkan Anak-anak yang Jago Menghafal

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata