logo


Pernyataan Mahfud Soal Hukuman Mati Koruptor, Desmond Ragukan Cap Intelektual, "Enggak Lurus Gitu"

Simak berita selengkapnya

14 Desember 2019 08:16 WIB

Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Mahesa.
Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Mahesa. Dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa menyebut Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD kerap melontarkan pernyataan yang bertolak belakang dengan tindakan atau kebijakan yang ditetapkan.

Status Mahfud sebagai seorang intelektual kini diragukan oleh Desmond. Hal itu disampaikan menyusul pernyataan mantan ketua MK itu terkait wacana hukuman mati koruptor.

"Kalau saya lihat, Mahfud itu mulutnya yang lalu apa, ke depan apa, enggak lurus gitu. Bisa meragukan dia [sebagai] seorang intelektual," kata Desmond, kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (13/12).


Kader Hanura Tagih Janji OSO Mundur

Dia menilai sikap Mahfud tersebut berpotensi merugikan Presiden Joko Widodo. Rencana memasukan hukuman mati kepada koruptor dalam RKUHP, menurut dia, merupakan permintaan yang berlebihan.

"Ini statement-nya yang menurut saya over, seharusnya minta apa kek. Wajah sejuklah hari ini, jangan terlalu banyak hal-hal yang tidak produktif merugikan pemerintahan Jokowi," jelas Desmond.

Sebelumnya, Mahfud menyatakan rencana hukuman mati koruptor yang diwacanakan oleh Jokowi bisa dimasukkan dalam RKUHP. Sejauh ini, RKUHP sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional prioritas 2020 di DPR.

"Kalau inginnya lebih tegas lagi bahwa hukuman mati harus diberlakukan kepada koruptor, itu bisa diselipkan di dalam Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang sekarang sedang akan dibahas lagi," kata Mahfud di Jakarta, Kamis (12/12).

Gibran dan Bobby Maju Pilkada Lewat PDIP, Ini Kata Puan

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×