logo


DPR Dorong Edukasi Pentingnya ASI Eksklusif Tidak Cuma Ibu, Tapi...

Simak berita selengkapnya

13 Desember 2019 18:55 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Shutterstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut bahwa jumlah kaum ibu yang memberikan ASI eksklusif bagi buah hatinya masih cukup rendah. Angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia meningkat dari 29,5 persen pada 2016 menjadi 35,7 persen pada 2017. Meski begitu angka tersebut masih terbilang rendah karena masih dibawah 50 persen.

Anggota Komisi IX DPR RI Delia Pratiwi BR. Sitepu mendorong pemerintah untuk memberikan insentif bagi kaum ibu yang memberikan ASI eksklusif.

Menurutnya hal itu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran kaum ibu dalam memberikan ASI eksklusif bagi buah hatinya.


Siang Ngantuk Malam Susah Tidur, Ini Kata Pakar

"Kalau dari hati saya sih, ini perlu (insentif). Dan insentif ini juga bisa dijadikan modal ibu-ibu pekerja pejuang ASI untuk membeli alat-alat pompa ASI kan," ujarnya di Jakarta, Jumat (13/12).

Anggota Fraksi Golkar ini menilai rendahnya kesadaran kaum ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya disebabkan beberapa faktor.

“Bagi saya, rendahnya kesadaran memberikan ASI eksklusif itu sangat memprihatinkan. Mungkin bisa jadi, ini semua dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang seberapa pentingnya pemberian ASI eksklusif," tuturnya.

Pengetahuan tentang manfaat pemberian ASI eksklusif, lanjut Delia, mesti terus digaungkan oleh pemerintah dan para pemangku kebijakan lainnya.

"Kaum ibu harus diberikan edukasi dan informasi tentang betapa pentingnya ASI eksklusif, dan pemerintah harus bekerjasama dengan berbagai stakeholder untuk terus mensosialisasikan pentingnya ASI bagi bayi," tambahnya.

Tak dapat dipungkiri, Delia mengungkapkan, pada prakteknya para tenaga medis yang berkaitan langsung dengan proses persalinan misalnya kurang memahami perihal pentingnya pemberian ASI eksklusif.

"Dari rumah sakit juga, tenaga-tenaga kesehatan yang membantu persalinan ibu melahirkan juga harus memahami IMD. Karena sekarang, ada beberapa rumah sakit yang malah lebih mengenalkan susu bayi dari pada susu ibu," kata dia.

Terakhir, kata Delia, yang tak kalah penting juga yaitu bagaimana orang terdekat juga mesti memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif oleh ibu menyusui untuk buah hatinya.

“Dan pengetahuan tentang ASI juga bukan hanya untuk ibu saja. Saya berharap juga ada pengetahuan atau sosialisasi yang dibuat khusus untuk ayah ASI. Suami juga pendukung dan penyemangat terhebat untuk seorang istri," tukasnya.

Jangan Khawatir, Berat Badan Tak Ideal Bisa Lebih Sehat dari Orang Normal

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Trisna Susilowati