logo


Kader Hanura Tagih Janji OSO Mundur

Berikut pernyataannya

13 Desember 2019 18:50 WIB

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang menyampaikan pidato politiknya saat acara pelantikan pengurus DPP Partai Hanura periode 2016-2020 di Sentul International Convenction Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/2/2017).
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang menyampaikan pidato politiknya saat acara pelantikan pengurus DPP Partai Hanura periode 2016-2020 di Sentul International Convenction Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/2/2017). Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Wiranto, meminta Oesman Sapta Odang (OSO) untuk mundur dari kursi Ketua Umum Partai Hanura. Hal tersebut disampaikan melalui surat yang beredar di kalangan wartawan.

Kader Partai Hanura, Hary Ashar, mengatakan bahwa OSO pernah berjanji akan mundur dari jabatannya jika selama menjadi Ketum dirinya tidak patuh dan tidak bisa membawa partai lolos di parlemen.

"Mari coba kita renungkan dengan pikiran yang jernih dan hati yang bersih dari prasangka. Yang sedang kita jalani sekarang ini adalah suatu proses politik, bukan proses hukum," ujar Hary lewat pesan singkat, Jumat (13/12).


Wiranto Jadi Ketua Wantimpres, Ini Alasan Jokowi

"Mari baca dengan seksama janji OSO di Pakta Integritas: jika dikemudian hari saya tidak memenuhi atau mematuhi, maka saya secara ikhlas dan tulus dengan ini menyatakan mengundurkan diri dari Ketua Umum DPP Hanura," lanjutnya.

Menurutnya, ucapan OSO tersebut sudah jelas bahwa dirinya akan mundur dengan ikhlas.

"Apakah pernyataan tersebut multi tafsir, tentu tidak. Bahkan yang tidak pernah sekolah hukum pun tahu bahwa itu artinya sangat lugas dan jelas OSO menyatakan diri mundur dengan ikhlas sebagai bentuk tanggung jawab moral," katanya.

Hary tidak ingin permintaan pengunduran diri OSO tidak lagi diperdebatkan. Karena pengunduran diri itu sudah jelas harus dilakukan hanya tinggal menunggu mekanisme partai.

"Masihkah perlu diperdebatkan oleh siapapun, mari kita tidak kehilangan akal sehat hanya karena ingin ngotot mempertahankan jabatan Ketum Hanura. Padahal dari sisi mana pun sudah jelas dan terang benderang hanya perlu sedikit penegasan melalui mekanisme partai bahwa pernyataan mundur tersebut diterima dengan baik," ujarnya.

Hary mengatakan bahwa yang paling berwenang menerima pernyataan mundur adalah Dewan Pembina dan disaksikan oleh para saksi.

"Dan yang paling berwewenang menerima pernyataan mundur tersebut adalah Dewan Pembina disaksikan oleh para saksi yang ikut bertandatangan pada Pakta Integritas tersebut," jelasnya.

Hary mengatakan bahwa selanjutnya yang akan dilakukan setelah diterimanya pengunduran diri OSO adalah perlu membentuk Plt Ketum.

"Proses selanjutnya yang harusnya dilakukan pasca diterimanya secara resmi pengunduran diri OSO tersebut adalah Wanbin perlu membentuk Plt Ketum melalui rapat pleno BPH yang diperluas, yang selanjutnya ditugaskan mempersiapkan munas yang sah dan memiliki legitimasi," ujar Hary.

Beredar Surat Wiranto Minta OSO Mundur dari Ketum Hanura

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×