logo


Bangun Kawasan Industri di Takalar, KBN Pastikan Investor dari Cina Siap Berinvestasi

berikut penjelasannya

13 Desember 2019 14:20 WIB

dok.jitunews/Nurman

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) sebagai pengelola kawasan industri plat merah terus berupaya mengembangkan core business-nya ke berbagai wilayah di Indonesia. Salah satunya adalah rencana membangun Takalar Integrated Industrial Park (TIIP) Sulawesi Selatan.

Menurut Direktur Pengembangan KBN Rahayu Ahmad Junaedi (Didi) yang ditemui Jitunews di sela-sela acara FGD Sinergi Infrastruktur Takalar Integrated Indutrial Park di bilangan Kemayoran, Jakarta. Menurutnya pembangunan TIIP ini merupakan bentuk komitmen KBN menarik investor asing masuk ke Indonesia.

"Kawasan ini merupakan harapan kita untuk mewujudkan keinginan presiden menjadi salah satu menarik investor ke Indonesia khususnya di kawasan Indonesia Tengah dan Timur," ujar Didi


Sandiaga Sebut Jakarta Banyak PR, Demokrat: Tenang Bang, Ada Anies Baswedan

Dirinya menegaskan pembangunan TIIP ini harus segera direalisasikan karena investor dari Cina sudah tidak sabar ingin memasukkan investasinya di sini.

"Kita berharap ini segera bisa direalisasikan, jangan sampai keinginan investor ini kehilangan momentum karena persiapan kita dalam mempersiapkannya telat," imbuhnya.

Dia juga menambahkan negara lain sebenarnya juga ingin menangkap peluang ini oleh sebab itu kita juga harus cepat. Pembangunan KIIP ini juga akan membidik industri recycling metal. Didi menyebutkan industri ini adalah industri yang menjanjikan dan juga ramah lingkungan.

"Recycling metal adalah sebenarnya industri masa depan selain kita bicara masalah bisnis, kita juga bicara tanggung jawab lingkungan kita kalau kita tidak mengolah scrap kita bisa bayangkan bagaimana lingkungan kita," terangnya.

KIIP ini juga sudah dipastikan bahwa investor dari Cina akan menaruh investasinya di sini salama kita bisa menjamin ketersediaan infrastruktur yang mereka butuhkan

"Kalau kita ingin memberikan jaminan kepada mereka, mereka juga ingin menjamin kita juga kapan bisa masuk dengan segala kebutuhan requirement karena mereka juga harus keluar dari negara mereka," terusnya.

Didi juga menjamin bahwa kawasan industri yang akan dibangun ini sudah ada investornya karena KBN menggandeng asosiasi dari Cina.

"Iya ini sudah ada pasarnya, salah satu jaminannya kita sudah menggandeng salah satu asosiasi yang membawahi banyak perusahaan itu," terangnya.

Gak mungkinlah mereka mau bekerja sama dalam mengoperasikan kawasan ini, kalau mereka tidak melihat nilai bisnis," pungkasnya.

Industri Ini Berkontribusi Besar Tekan Defisit Neraca Perdagangan

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Tino Aditia