logo


Direksi Rangkap Jabatan Sebagai Komisaris di 6 Perusahaan, Erick Thohir: Nah Itu Kita Sikat

berikut penjelasannya

13 Desember 2019 13:33 WIB

Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI), Erick Thohir
Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI), Erick Thohir zimbio.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri BUMN Erick Thohir mengaku kaget usai mengetahui ternyata ada direksi BUMN yang juga merangkap jabatan sebagai komisaris di 6 perusahaan lain.

"Saya juga kaget ketika ada direksi menjadi komisaris di 6 perusahaan. Mestinya secara etika, saya nggak tahu nanti saya review juga peraturan yang ada di BUMN benar atau enggak saya belum tahu. Mestinya kan kalau sudah menjabat jadi Dirut ya maksimal 2," kata Erick di kantor pusat DJP, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Erick menilai seharusnya seharusnya gaji yang didapat sebagai komisaris bagi direksi yang merangkap, hanya 30% dari gaji yang didapat Dirut.


Eks Dirut Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Pesawat, Komisaris Garuda Diperiksa KPK

"Dan itu pun nilai gajinya yang ada di komisaris itu mestinya tidak boleh lebih besar dari gaji Dirut atau bahkan mestinya hanya 30% dari pada nilai yang sudah didapatkan. Misalnya gajinya 50 (juta) ya dua komisaris itu mestinya nilainya hanya 15 (juta) atau 20 (juta)," katanya.

Lebih lanjut, Erick menegaskan bahwa ia tak mau direksi berlomba-lomba untuk menjadi komisaris jika nilai gaji komisaris sama besar dengan gaji direksi.

"Kalau nggak akhirnya ini yang saya nggak mau, akhirnya semua berlomba-lomba menjadi komisaris juga. Bayangkan kalau ada misalnya, saya bukan suudzon ya. Misalnya di Pertamina, ada 142 perusahaan. Tiba-tiba direksinya menjadi komisaris di 142 perusahaan. Itu kan lucu-lucuan. Nah itu kita sikat," katanya.

Erick menambahkan jika saat ini Ari Askhara dan direksi Garuda Indonesia lainnya yang merangkap jabatan telah diberhentikan dari posisi komisaris di anak perusahaan pelat merah tersebut. Erick Thohir juga mengungkap bahwa pihak komisaris PT Garuda Indonesia juga telah mengeluarkan surat pemberhentian jabatan tersebut.

"Itu dari para komisaris Garuda sudah mengeluarkan surat kemarin selain penghentian Dirut lalu juga direksi yang terkait. Lalu mengangkat Plh-Plh (pelaksana harian) untuk 45 hari ke depan dan juga salah satunya memberhentikan di seluruh perusahaan," jelasnya.

PT Garuda Tauberes Indonesia, Perusahaan yang Bikin Erick Thohir Bingung

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia