logo


Gibran dan Bobby Ikut Pilkada, Jokowi: Siapa pun Punya Hak Pilih dan Dipilih

berikut penjelasannya

13 Desember 2019 12:23 WIB

Presiden Jokowi wawancara dengan awak media
Presiden Jokowi wawancara dengan awak media Doc Sekretariat Presiden

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Rencana majunya putra dan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, dan Bobby Nasution pada Pilkada 2020 dituding sebagai bentuk dinasti politik oleh beberapa pihak politisi. Menanggapi hal tersebut, Jokowi akhirnya berkomentar. Presiden Indonesia tersebut menampik tudingan tersebut.

Jokowi menilai esensi untuk maju dalam pilkada itu bukanlah penunjukan melainkan sebuah kompetisi dimana siapapun mempunyai hak yang sama untuk memilih dan dipilih. Ia juga meminta agar hal tersebut tidak disamakan dengan dinasti politik.

"Siapa pun punya hak pilih dan dipilih. Ya kalau rakyat nggak memilih gimana. Ini kompetisi, bukan penunjukan. Beda. Tolong dibedakan," ujar Jokowi seusai peresmian Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, Kamis (12/12) kemarin.


Mantap Daftar Pilwakot Solo, Gibran: Pesan dari Bapak Harus Tetap Semangat, Jangan Ada Jalan Pintas

Jokowi mengingatkan kembali jika dalam siapaun yang memenangi Pilkada merupakan pilihan rakyat.

"Itu kan sebuah kompetisi. Kompetisi bisa menang bisa kalah. Terserah rakyat yang memiliki hak pilih," tuturnya.

Meski begitu, Jokowi mengungkap jika majunya Gibran dan Bobby Nasution kedalam Pilkada merupakan keputusan mereka berdua tanpa campur tangan Jokowi. Lebih lanjut, Mantan Walikota Solo tersebut meminta agar publik bertanya langsung kepada putra dan menantunya tersebut.

"Kan sudah saya sampaikan bolak-balik. Bahwa itu sudah menjadi keputusan. Tanyakan langsung ke anaknya," ujar Jokowi.

Dugaan Germo di Garuda, Jokowi: Bukan Urusan BUMN

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia