logo


Ngaku Dijebak Soal Kasus Suap Meikarta, Eks Bos Lippo Cikarang: Saya Senang Jika Penyidik KPK Lebih Terbuka ke Publik

Simak berita selengkapnya

13 Desember 2019 04:15 WIB

Bartholomeus Toto
Bartholomeus Toto Liputan6

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Eks Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto kembali angkat bicara terkait proses hukumnya yang membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan.

Toto merupakan tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta. Ia menyebut sudah dijebak oleh anak buahnya yang bernama Edi Dwi Soesianto soal perkara ini.

Dia mengaku bahwa Edi telah memberikan kesaksian yang tak sesuai dengan apa yang disampaikan kepada penyidik lembaga antirasuah.


Tolak Hukuman Mati Koruptor, PDIP: Kita Bukan Pemegang Kehidupan

"Rekaman ada pada saya. Intinya satu, Edi dipaksa oleh penyidik untuk memberikan keterangan bahwa saya yang memberikan uang Rp10 miliar," kata Toto, di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta, dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (12/12).

Mengenai hal itu, Toto meminta para penyidik KPK untuk lebih terbuka ke publik. Selain itu, ia juga mendesak agar penyidik bisa transparan terkait dugaan dua alat bukti yang mengantarkan dirinya berstatus tersangka.

"Saya akan sangat senang jika ‎penyidik dan pimpinan KPK mau terbuka ke publik secara transparan dan jujur apa yang menyebabkan saya ditahan seperti ini," tukasnya.

Eks Dirut Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Pesawat, Komisaris Garuda Diperiksa KPK

Halaman: 
Penulis : Iskandar